Kamis, 9 April 2026

Berita Banda Aceh

Kemenag Aceh Imbau Warga Ikut Pemerintah Terkait Perayaan Idul Adha

Kemenag Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg mengimbau masyarakat di Aceh untuk mengikuti ketetapan perayaan Idul Adha 1443 H

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Dr Tgk H Iqbal Muhammad Arif MAg 

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg mengimbau masyarakat di Aceh untuk mengikuti ketetapan perayaan Idul Adha 1443 H sebagaimana ditetapkan pemerintah yang jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

"Yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah sesuai dengan prosedur syar'i dan ilmiah sehingga menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan hukum bagi masyarakat tentang pelaksanaan peringatan Idul Adha," katanya kepada Serambi, Jumat (8/7/2022).

Terkait adanya perbedaan antara ketetapan Idul Adha di Indonesia dengan Arab Saudi yang menetapkan Idul Adha atau 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022, Iqbal mengatakan secara geografis, Arab Saudi terletak disebelah barat Indonesia.

"Oleh sebab itu, terjadi perbedaan waktu dan di Indonesia lebih cepat empat jam, perbedaan waktu tersebut disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan, hilal kemungkinan besar terlihat lebih dahulu di Arab Saudi.

Hal itu disebabkan hilal terlihat di sebelah barat pada saat terbenamnya matahari (Ghurub As-Syams).

Berdasarkan rukyatulhilal awal Zulhijjah pada tanggal 29 Zulqa'dah yang lalu, hasilnya ternyata dengan ketinggian hilal antara 1 sampai dengan 3 derajat tidak ada satu pun perukyat baik dari Kemenag, BMKG, ataupun perukyat lainnya di seluruh Indonesia termasuk Aceh yang melaporkan keterlihatan hilal sehingga bulan Zulqa'dah disempurnakan 30 hari.

Sedangkan di Saudi ternyata ketika dirukyat pada waktu magrib di sana, hilal dapat terlihat dan Saudi tidak perlu lagi menyempurnakan Zulqa'dah 30 hari melainkan langsung menjadi 1 Zulhijjah keesokan harinya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memperdebatkan perbedaan tersebut, tapi mari saling menghormati dan menghargai atas perbedaan dengan tetap menjaga ukhwah dan toleransi.

"Kami mengajak masyarakat di Aceh untuk memahami dan menyikapi perbedaan ini dengan arif dan bijak, harapan kita pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat terlaksana dengan baik dalam keadaan yang kondusif dan meningkatkan syiar Islam," tambahnya.

Baca juga: Jelang Idul Adha 1443 Hijriah, Polres Aceh Jaya Pantau Hewan Ternak, Untuk Pastikan Bebas PMK

Baca juga: Jamaah Muhammadiyah di Banda Aceh Laksanakan Shalat Idul Adha di Halaman Kampus Unmuha

Sementara ahli falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra SHi MH menjelaskan bahwa pergantian hari dalam Islam adalah waktu magrib, bukan terbit matahari.

"Pergantian bulan hijriah adalah dengan hilal bukan dengan posisi matahari, maka secara penanggalan hijriah bisa saja Indonesia tidak sama dengan Saudi pada kasus kali ini, karena ketika pergantian hari terjadi bakda maghrib," jelasnya.

Tidak ada laporan hilal terlihat di Indonesia atau di Aceh, ketinggian hilal 1 sampai dengan 3 derajat dengan elongasi maksimal 4 derajat di seluruh Indonesia menyebabkan hilal belum terlihat dan belum imkan rukyat.

Sedangkan di Arab Aaudi hilal sudah pada posisi sekirar 5 derajat dengan elongasi di atas 6 derajat dan sudah memungkinkan untuk di rukyat. (mas)

Baca juga: Meski Besok di Arab Saudi Sudah Idul Adha, MUI Tegaskan Puasa Arafah di Indonesia Besok Tetap Sah

Baca juga: Beredar Surat Undangan Pemkab Aceh Jaya Idul Adha Jatuh Sabtu Besok, Ini Penjelasan Kabag Prokopim

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved