Internasional
Mantan PM Jepang Tewas Ditembak
Tetsuya Yamagami (41) menembak mantan PM Jepang Shinzo Abe hingga tewas saat berpidato di kota Nara, dekat Stasiun Yamato-Saidaiji
Shinzo Abe meninggal pada Jumat sore.
Temukan senjata rakitan Kepolisian Jepang menemukan beberapa senjata rakitan tangan di rumah tersangka pembunuhan mantan perdana menteri itu.
Sebagaimana diberitakan The Guardian, kepolisian menyatakan bahwa mereka menemukan senjata itu saat menggeledah rumah tersangka.
Senjata yang mereka temukan di rumah pelaku mirip dengan senjata yang digunakan dalam serangan pada Jumat kemarin.
Pihak kepolisian juga menemukan dua peledak di rumah tersangka pelaku penembakan saat penggeledahan.
Tak hanya itu, kepolisian mengungkap bahwa tersangka penembakan menggunakan kereta untuk mencapai lokasi kampanye Abe.
Walaupun demikian, mereka tak bisa mengungkap berapa lama tersangka berada di lokasi kejadian sebelum memutuskan menyerang Abe.
Yamagami langsung ditangkap tak lama setelah melancarkan aksinya.
Dalam proses penyelidikan, Dalam video yang dirilis NHK, tampak beberapa petugas kepolisian menggunakan helm dan membawa tameng saat menggeledah rumah tersangka.
Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Marsudi turut menyatakan telah mendapat kabar atas wafatnya eks Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe setelah mendapatkan perawatan usai ditembak.
"Saya baru saja menerima berita duka dari Tokyo tentang kematian mantan perdana menteri Jepang," kata Menteri Retno saat jumpa pers di sela agenda Foreign Minister Meeting (FMM) G20 di Bali, yang ditayangkan secara daring Jumat (8/7/2022).
Terkait adanya kabar duka tersebut, atas nama perwakilan rakyat dan pemerintahan Indonesia, Menteri Retno turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Shinzo Abe.
"Saya ingin menyampaikan simpati dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dari pemerintah dan rakyat Republik Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Jepang pada saat dukacita ini," beber Retno.
Dia turut mengenang sosok Shinzo Abe kala memimpin pemerintahan Jepang.
Kata Retno, Shinzo Abe merupakan sosok pemimpin yang kehidupannya hanya didedikasikan untuk melayani rakyat Jepang.