Minggu, 31 Mei 2026

Luar Negeri

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Sembunyi di Singapura, Minta Suaka?

Sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa Rajapaksa meninggalkan Ibu Kota Maladewa, Male, dengan "penerbangan Saudi".

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa 

SERAMBINEWS.COM, SINGAPURAPresiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mendarat di Singapura pada Kamis (14/7/2022) setelah terbang dari Maladewa, tempat dia melarikan diri dari negaranya.

Dilansir BBC, Pemerintah Singapura mengatakan bahwa Rajapaksa diizinkan masuk dalam rangka kunjungan pribadi.

Tidak jelas apakah Rajapaksa akan tetap tinggal di Singapura atau akan pindah ke tujuan lain.

Dia berjanji untuk mengundurkan diri pada Rabu (13/7/2022) di tengah kemarahan publik atas krisis ekonomi pulau itu. 

Tetapi hingga berita ini ditulis, dia belum juga melakukannya.

Informasi tersebut disampaikan seorang sumber keamanan tingkat tinggi di Kolombo kepada CNN ketika massa semakin marah karena Rajapaksa belum juga mengumumkan pengunduran diri.

Dia diperkirakan tiba di Bandara Changi Singapura pada Kamis malam waktu setempat, sebagaimana dilansir CNN.

Sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa Rajapaksa meninggalkan Ibu Kota Maladewa, Male, dengan "penerbangan Saudi".

CNN meyakini, sumber itu merujuk pada penerbangan Saudia 788 yang meninggalkan Male pada Kamis pukul 11.30 waktu setempat.

Saudia, sebelumnya dikenal sebagai Saudi Arabian Airlines, adalah maskapai penerbangan Arab Saudi yang berbasis di Jeddah.

 

Warga Sri Lanka tengah menghadapi krisis ekonomi yang akut di mana biaya makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya melambung sangat tinggi.

Rajapaksa berhasil melarikan diri ke Maladewa pada Rabu dini hari dengan menaiki pesawat militer dan ada banyak spekulasi tentang rencananya.

“Dia tidak meminta suaka dan dia juga tidak diberikan suaka. Singapura umumnya tidak mengabulkan permintaan suaka,” kata Kementerian Luar Negeri Singapura.

Kementerian Luar Negeri Singapura juga membenarkan bahwa Rajapaksa telah mendarat di “Negeri Singa”.

Reuters melaporkan, Rajapkasa tidak meminta suaka dan dia juga tidak akan diberikan suaka.

Sebagai presiden, Rajapaksa memiliki kekebalan hukum dari penangkapan dan penuntutan.

 
Dia diyakini ingin meninggalkan Sri Lanka sebelum mengundurkan diri untuk menghindari kemungkinan penangkapan oleh pemerintahan yang akan datang.

Tak lama setelah Rajapaksa kabur ke Maladewa, pengunjuk rasa menyerbu kantor plt Presiden Ranil Wickremesinghe untuk menuntut pemecatannya.

Wickremesinghe menanggapi aksi tersebut dengan menyerukan jam malam skala nasional pada Rabu.

Banyak pengunjuk rasa telah bersumpah untuk terus berdemonstrasi sampai keduanya mundur.

Seorang pejabat tinggi militer mengatakan kepada CNN bahwa Wickremesinghe telah menunjuk komite komandan angkatan bersenjata senior untuk memulihkan hukum dan ketertiban di seluruh negeri.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Diusir Warga di Maladewa Karena Lindungi Penjahat, Kini Mendarat di Singapura

Baca juga: Sri Lanka Bangkrut dan Warganya Rusuh, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Malah Salahkan Rusia

Pedemo Akan Kembalikan Gedung-gedung Pemerintah yang Diduduki

 Krisis Sri Lanka masih berlanjut, dan para pedemo anti-pemerintah pada Kamis (14/7/2022) dalam pembicaraan untuk mengembalikan gedung-gedung negara yang mereka duduki, kata perwakilan massa.

Para pengunjuk rasa menyerbu istana Presiden Gotabaya Rajapaksa pada akhir pekan lalu, sehingga presiden Sri Lanka melarikan diri ke Maladewa pada Rabu (13/7/2022). Massa juga menyerbu kantor Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

PM yang ditunjuk Gotabaya Rajapaksa sebagai penjabat presiden selama dia di luar negeri itu menuntut massa keluar dari gedung-gedung negara, dan menginstruksikan pasukan keamanan melakukan apa pun yang diperlukan demi memulihkan ketertiban.

Omalpe Sobitha biksu Buddha terkemuka yang mendukung perkataan PM tersebut menyerukan agar istana kepresidenan yang berusia lebih dari 200 tahun itu diserahkan kembali kepada pihak berwenang, untuk memastikan seni dan artefaknya yang berharga tidak rusak.

"Bangunan ini adalah harta nasional dan harus dilindungi," kata dikutip dari kantor berita AFP. "Harus ada audit yang tepat dan properti dikembalikan ke negara."

Ratusan ribu orang merangsek masuk kompleks tersebut setelah Presiden Sri Lanka kabur ke Maladewa dan penjaga keamanannya mundur.

"Ada upaya mengembalikan bangunan itu kepada pihak berwenang," kata seorang pedemo yang ikut mengampanyekan slogan #GotaGoHome, kepada AFP.

Dalam pidato yang disiarkan televisi setelah ribuan orang merebut kantornya di Colombo, Wickremesinghe menyatakan, "Mereka yang ke kantor saya ingin menghentikanku dari melaksanakan tanggung jawab sebagai penjabat presiden." 

"Kami tidak bisa membiarkan fasis mengambil alih. Itulah mengapa saya mengumumkan keadaan darurat nasional dan jam malam," tambahnya.

Jam malam telah dicabut pada Kamis (14/7/2022) dini hari, tetapi polisi mengatakan bahwa seorang tentara dan polisi terluka dalam bentrokan semalam dengan pengunjuk rasa di luar gedung parlemen nasional.

Rumah sakit utama di Colombo mengatakan, sekitar 85 orang dirawat dengan luka-luka pada Rabu (13/7/2022), dan satu orang tewas karena lemas setelah terkena gas air mata di kantor perdana menteri.

Gotabaya Rajapaksa berjanji mengundurkan diri pada Rabu (13/7/2022), tetapi sejauh ini belum ada pengumuman dia telah melakukannya.

Krisis Sri Lanka yang berujung demo ricuh membuat Presiden Sri Lanka melarikan diri ke Maladewa bersama istri dan dua pengawalnya menggunakan pesawat militer. Mereka diperkirakan menuju Singapura.

 

Baca juga: Kantor Kemenag Subulussalam Raih Apresiasi IKPA Semester I 2022

Baca juga: Paman Tega Rudapaksa Keponakan di Tana Toraja, Pelaku Tarik Paksa Korban ke Dalam Kamar

Baca juga: VIDEO Kejari Sabang Berbagi Sembako dalam Rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-62

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved