Breaking News:

Kabar Gembira, Harga TBS Sawit Berpotensi Naik Tajam, Presiden Jokowi Setujui Ini

Kabar baik ke petani sawit, harga TBS di Indonesia diperkirakan berpotensi naik tajam ke depan karena pemerintah akan membangun pabrik mini CPO-RPO

Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS/ DEDE ROSADI
Ilustrasi - Para petani sawit, harga TBS di Indonesia diperkirakan berpotensi naik tajam ke depan karena pemerintah akan membangun pabrik mini minyak sawit mentah dan minyak makan merah berbasis koperasi. 

Hal ini lantaran Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pembangunan pabrik mini minyak sawit mentah dan minyak makan merah berbasis koperasi.

SERAMBINEWS.COM - Kabar gembira untuk para petani sawit, harga tandan buah segar (TBS) di Indonesia diperkirakan berpotensi naik tajam ke depan.

Hal ini lantaran Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pembangunan pabrik mini minyak sawit mentah dan minyak makan merah berbasis koperasi.

Tujuannya agar bisa menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit yang terkadang sulit dijual, harganya rendah dan sejumlah permasalahan lainnya.

Seperti apa pembahasannya?

Pemerintah membahas hilirisasi produk kelapa sawit.

Antara lain usulan pembentukan pembangunan pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak makan merah (red palm oil/RPO).

Usulan tersebut berupa pembangunan pabrik mini berbasis koperasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki.

Menkop-UKM itu menyampaikan dalam keterangannya selepas mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2022).

"Pak Presiden tadi sudah menyetujui untuk pembangunan minyak makan merah berbasis koperasi," ungkap Teten Masduki usai ratas tersebut.

Baca juga: Harga TBS di 10 Daerah Produsen Sawit di Aceh Terus Menurun, Menkeu Gratiskan Pajak Ekspor CPO

Menurutnya ini akan menjadi solusi karena 35 persen produksi sawit atau CPO di Indonesia berasal dari petani mandiri, petani swadaya dengan luas lahan 41 persen lebih.

"Jadi ini cukup. Saya kira ini juga solusi bagi distribusi minyak makan untuk suplai minyak makan ke masyarakat karena ini minyak makan merah ini sudah diketahui sehat, kandungan proteinnya tinggi, kandungan vitamin A-nya tinggi," ujarnya.

Teten menjelaskan, saat ini teknologi produksi untuk minyak makan merah sudah dirancang oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Kota Medan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved