Breaking News:

Berita Subulussalam

Harga TBS Kelapa Sawit tak Kunjung Membaik, Ketua Apkasindo Subulussalam Nilai Pemerintah Lemah

Karena harga buah kelapa sawit masih berada di kisaran Rp 1.100 di level pabrik atau Rp 800 per kilogram di tingkat petani

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
SERANBINEWS.COM/KHALIDIN
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam Netap Ginting saat berada di kebun kelapa sawit petani. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga saat ini belum menunjukan perbaikan.

Karena harga buah kelapa sawit masih berada di kisaran Rp 1.100 di level pabrik atau Rp 800 per kilogram di tingkat petani.

Harga anjlok kelapa sawit tersebut juga terjadi di Kota Subulussalam sebagaimana dilaporkan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia ( Apkasindo) Kota Subulussalam, Netap Ginting kepada Serambinews.com, Selasa (19/7/2022).

Menurut Netap Ginting, walau pemerintah sudah menihilkan pajak ekspor (PE)  sudah Rp 0  tapi harga TBS naiknya tidak drastis alias merangkak lambat.

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia sampai sekarang menurut Netap Ginting tidak sesuai Surat edaran Menteri Perdagangan RI yaitu Rp 1.600/kg dan SE Mentan Rp 2.500/kg.

"Pajak ekspor memang sudah dinolkan tapi persoalan belum terselesaikan karena harga TBS kelapa sawit masih anjlok," kata Netap Ginting

Baca juga: Selamatkan Petani Sawit!

Terhadap kondisi ini, Netap Ginting pun menilai lemahnya pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penerapan aturan.

Netap Ginting bahkan menganggap pemerintah telah kalah oleh pengusaha nakal karena aturan yang diterapkan tak dilaksanakan.

"Sebagai asosiasi petani saat ini kami menilai kesannya pemeritah tidak punya wibawa.

Buktinya dari 1118 PKS se Indonesia tidak satupun diberi sanksi pencabutan Ijin operasional, padahal mereka jelas jelas tidak mengindahkan aturan pemeritah," tegas Netap Ginting

Dikatakan, perusahaan sudah melanggar aturan karena membeli TBS petani seenaknya namun pemerintah dituding tidak berdaya.

"Ada apa dengan pemerintah yang tidak punya wibawa, seolah-olah negara kalah dengan pengusaha nakal," tandas Netap Ginting. (*)

Baca juga: Ibu Perlihatkan Foto Anaknya, Pemuda Pidie Hilang Kontak di Riau, Keluarga 4 Tahun tak Komunikasi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved