Senin, 11 Mei 2026

Salam

Selamatkan Petani Sawit!

Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di 10 daerah produsen kelapa sawit Aceh, terus turun hingga Rp 600/Kg, dari sebelumnya di atas

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Petani sawit Kabupaten Simeulue mengeluh murahnya harga sawit saat ini hanya Rp 1.100 hingga Rp 1.200 per kilogram, Senin (16/5/2022). 

Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di 10 daerah produsen kelapa sawit Aceh, terus turun hingga Rp 600/Kg, dari sebelumnya di atas 1.000/Kg.

Salah satu sebabnya karena ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia belum pulih, meski kran ekspor sudah dibuka kembali sejak 23 Mei 2022.

“Harga TBS kelapa sawit petani sampai minggu kedua bulan Juli 2022 terus menurun.

Begitu juga harga jual CPO di dalam negeri, kondisi ini ada kaitannya dengan belum membaiknya volume ekspor CPO Indonesia,” kata Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Fakhri Abd Rahim.

Selain itu, katanya, daya beli CPO di dalam negeri juga masih rendah, baik oleh pabrik minyak goreng maupun PT Pertamina selaku produsen biosolar/biodiesel.

Sehingga, kini CPO menumpuk di pabrik-pabrik kelapa sawit (PKS).

Laporan-laporan pekan lalu, sejumlah PKS bahkan terpaksa menghentikan produksi CPO karena tangki-tangki penyimpanan mereka sudah terisi penuh semua.

Sesungguhnya, ada beberapa faktor yang membuat harga TBS sawit anjlok saat ini.

Salah satunya akibat harga CPO global yang mengalami penurunan sehingga berdampak pada harga pembelian oleh perusahaan.

Jadi, turunnya harga TBS yang kini mencapai hingga Rp 500/kg merupakan dampak bola salju dari kebijakan-kebijakan sebelumnya.

Antara lain, pelarangan ekspor CPO yang akhirnya berdampak signifikan pada pabrik CPO nasional.

Baca juga: Petani Sawit Terkejut, Hari Ini Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok di Aceh Selatan

Baca juga: Harga TBS Anjlok, DPRK Abdya Minta Pemerintah Perhatikan Petani Sawit, Bukan Hanya Ekspor Migor

Banyak pabrik CPO yang over supply, sehingga harga anjlok di tingkat petani, karena rendahnya daya serap pabrik untuk membeli TBS.

Untuk meningkatkan kinerja ekspor CPO, menurut Fakhri Abd Rahim, mulai 17 Juli 2022 sampai 31 Agustus 2022, Pemerintah menggratiskan pajak ekspor yang selama ini dikenakan 50 dollar AS/perton.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan pembelian CPO untuk bahan campuran biosolar/biodiesel dari 30 – 35 persen, naik menjadi 40 persen, dari kondisi normalnya.

Dengan dua kebijakan tadi, diharapkan, daya beli dan harga CPO di dalam negeri bisa naik kembali, begitu juga harga TBS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved