Berita Lhokseumawe
Sapi yang Mati Setelah Terjangkit PMK di Lhokseumawe Capai 1.387 Ekor, Mati 16 Ekor
Dari 1.387 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, 16 diantaranya telah mati dan 712 ekor telah sembuh.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Dari 1.387 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, 16 diantaranya telah mati dan 712 ekor telah sembuh.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBiNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sesuai data Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe, jumlah sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini sudah mencapai 1.387 ekor.
Ditambah empat ekor kerbau.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe Drh Afrizal, Rabu (20/7/2022), kembali menyebutkan, penemuan sapi terjangkit PMK di Lbokseumawe dimulai pada awal Mei 2022 lalu.
Dimana saat diketahui bahwa sudah ada sapi di Aceh Tamiang yang terjangkit PMK, maka pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
Pada tahap awal, pihaknya menemukan ada 13 sapi yang suspect PMK di wilayah Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Atas temuan tersebut, maka pihaknya langsung melaporkan ke ISIKHNAS atau ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia.
Selanjutnya turun tim dari Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 10 sapi yang suspect.
"Satu pekan kemudian keluar hasil pemeriksaan, dan dinyatakan ke 10 ekor sapi tersebut positif terjangkit PMK," katanya.
Baca juga: 952 Ekor Ternak di Aceh Selatan Tertular PMK, Disnak Aceh Serahkan 1.000 Dosis Vaksin
Didasari hasil tersebut, maka pihaknya langsung mengarahkan petugas secara besar-besaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang ada di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe.
Hingga saat itu, sudah ditemukan 1.387bekor sapi terjangkit PMK yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kota Lbokseumawe.
Terbanyak di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat.
Dari 1.387 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, 16 diantaranya telah mati dan 712 ekor telah sembuh.
"Termasuk empat ekor kerbau yang sempat terjangkit PMK, kini telah sembuh," pungkasnya.(*)
Baca juga: Ternak Terpaksa Dipotong karena PMK Diganti Rugi Maksimal Rp 10 Juta