Senin, 20 April 2026

Haji 2022

Masjid Qathari ‘Digembok’ Akibat Konflik Politik

Masjid menjadi korban kepentingan ternyata tidak hanya terjadi di Serambi Mekkah, bahkan juga terjadi di kota Mekkah

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MIZAJ ISKANDAR, Kontributor Serambi Indonesia Melaporkan dari Mekkah Al-Mukarramah 

Masjid menjadi korban kepentingan ternyata tidak hanya terjadi di Serambi Mekkah, bahkan juga terjadi di kota Mekkah.

Bedanya, jika di Aceh acap kali masjid jadi korban rebutan tafsir keagamaan, di Mekkah masjid menjadi korban politik dinasti penguasa.

Berawal dari konflik politik antara Arab Saudi dan Qatar pada tahun 2017.

Konflik ini sendiri dipicu oleh sikap Qatar yang melindungi para aktivis Ikhwanul Muslim (muslim brotherhood ) yang terkenal vokal menyerang penguasa-penguasa tiran di semenanjung Arabia.

Terlebih lagi kedekatan Qatar dengan Iran membuat posisi Arab Saudi terjepit.

Jamak diketahui, Arab Saudi yang berpaham Sunni-Salafi tidak pernah bisa "duduk semeja" dengan Taheran yang berpaham Syiah.

Tidak berhenti di situ, untuk menguatkan posisinya di kawasan, Qatar memanfaatkan media Al-Jazirah, mengkampanyekan diri sebagai salah satu kekuatan baru di semenanjung Timur-Tengah.

Bahkan dengan dalih kebebasan pers, Al-Jazirah tanpa tedeng aling-aling mengkritik kebijakan negara Arab yang tidak sejalan dengan kepentingan Doha.

Sikap Qatar seperti dijelaskan tadi membuat negara-negara Arab berang.

Arab Saudi menjadi negara pertama yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Tidak berhenti di situ saja, Arab Saudi juga ikut memblokade perbatasan darat, laut dan udaranya dengan Qatar.

Baca juga: Satu Jamaah Haji Asal Abdya Meninggal Dunia di Mekah, Total Sudah 4 Orang Wafat

Baca juga: Masjid Nabawi Luncurkan Inisiatif Penyambutan Jamaah Haji, Hadiah Diberi di Pintu Masuk

Sikap Arab Saudi ini kemudian diikuti oleh Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Belakangan, negara kecil seperti Maladewa pun ikut mengembargo Qatar.

Saat ini, meskipun hubungan Qatar dan Arab Saudi telah membaik, bukan berarti bisa menyembuhkan semua dampak dari konflik tersebut.

Dampak yang paling dirasakan sampai saat ini justru terlihat dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di Arab Saudi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved