Haji 2022
Masjid Qathari ‘Digembok’ Akibat Konflik Politik
Masjid menjadi korban kepentingan ternyata tidak hanya terjadi di Serambi Mekkah, bahkan juga terjadi di kota Mekkah
Masjid menjadi korban kepentingan ternyata tidak hanya terjadi di Serambi Mekkah, bahkan juga terjadi di kota Mekkah.
Bedanya, jika di Aceh acap kali masjid jadi korban rebutan tafsir keagamaan, di Mekkah masjid menjadi korban politik dinasti penguasa.
Berawal dari konflik politik antara Arab Saudi dan Qatar pada tahun 2017.
Konflik ini sendiri dipicu oleh sikap Qatar yang melindungi para aktivis Ikhwanul Muslim (muslim brotherhood ) yang terkenal vokal menyerang penguasa-penguasa tiran di semenanjung Arabia.
Terlebih lagi kedekatan Qatar dengan Iran membuat posisi Arab Saudi terjepit.
Jamak diketahui, Arab Saudi yang berpaham Sunni-Salafi tidak pernah bisa "duduk semeja" dengan Taheran yang berpaham Syiah.
Tidak berhenti di situ, untuk menguatkan posisinya di kawasan, Qatar memanfaatkan media Al-Jazirah, mengkampanyekan diri sebagai salah satu kekuatan baru di semenanjung Timur-Tengah.
Bahkan dengan dalih kebebasan pers, Al-Jazirah tanpa tedeng aling-aling mengkritik kebijakan negara Arab yang tidak sejalan dengan kepentingan Doha.
Sikap Qatar seperti dijelaskan tadi membuat negara-negara Arab berang.
Arab Saudi menjadi negara pertama yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.
Tidak berhenti di situ saja, Arab Saudi juga ikut memblokade perbatasan darat, laut dan udaranya dengan Qatar.
Baca juga: Satu Jamaah Haji Asal Abdya Meninggal Dunia di Mekah, Total Sudah 4 Orang Wafat
Baca juga: Masjid Nabawi Luncurkan Inisiatif Penyambutan Jamaah Haji, Hadiah Diberi di Pintu Masuk
Sikap Arab Saudi ini kemudian diikuti oleh Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Belakangan, negara kecil seperti Maladewa pun ikut mengembargo Qatar.
Saat ini, meskipun hubungan Qatar dan Arab Saudi telah membaik, bukan berarti bisa menyembuhkan semua dampak dari konflik tersebut.
Dampak yang paling dirasakan sampai saat ini justru terlihat dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di Arab Saudi.
Sebagai contoh, sampai saat ini Arab Saudi masih melarang Qatar melakukan kegiatan apa pun di wilayah Arab Saudi.
Bahkan Arab Saudi sempat mengeluarkan kebijakan konyol dengan melarang seluruh jersey (seragam) klub sepakbola yang disponsori Qatar Airways, seperti jersey Barcelona atau Paris Saint Germain dipakai oleh anak-anak muda Arab Saudi.
Lebih memalukan lagi, konflik kedua negara kaya minyak ini menjalar ke ranah agama.
Qatar sebagai negara Islam, banyak membangun masjid di Arab Saudi.
Seperti Masjid Qathari yang berdiri megah di wilayah Aziziyah Syimaliyah (Aziziyah Utara) dan Hay Malawi.
Kedua masjid tersebut meski telah lama selesai dibangun, tetapi tertutup rapat dan dilarang digunakan untuk aktivitas apa pun, termasuk shalat lima waktu.
Suatu hari, sepulang dari ziarah ke Baitul Asyi Habib Bin Bugha di kawasan Aziziyah Syimaliyah, saya bertanya pada sopir bus yang kami tumpangi, mengapa masjid megah di tengah kota Mekkah tertutup rapat saat masuk waktu shalat, sopir yang berkebangsaan Yaman itu menjawab, hal tersebut tidak lepas dari konflik Arab Saudi dan Qatar.
Jawaban yang sama juga saya dengar dari sopir minibus berkebangsaan Pakistan yang mengantarkan saya berumrah saat melewati Masjid Qathari di kawasan Hay Malawi.
Sungguh miris sekaligus ironis.
Dua negara bertetangga, sama-sama Arab, sama-sama Islam.
Tapi konfliknya menjalar kemana-mana sampai harus mengembok masjid.
Wajar jika seorang kolumnis Arab Saudi, Husain Syabaksyi menyindir negara Arab yang hobi berkonflik dengan sebuah artikel yang bertajuk Indunisia, Qishatul Mufrihah min 'Alam al-Islami (Indonesia, Kisah Membanggakan dari Negeri Islam).
Dalam opininya, Husain memuji Indonesia sebagai negara yang plural, multi agama, etnis, suku, bangsa, bahasa, adat dan budaya tetapi masih bersatu tanpa harus ada perang atau konflik yang serius.
Sebaliknya, negara-negara Arab meski berasal dari satu suku bangsa, Arab, dan satu agama, Islam, tapi saling berperang. (*)
Baca juga: Arab Saudi Cabut Lisensi Lima Perusahaan Umrah, Langgar Aturan Layanan Jamaah Haji
Baca juga: Usai Kunjungi Masjid Nabawi di Madinah, Jamaah Haji Langsung Pulang ke Negaranya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mizaj-iskandar-kontributor-serambi-indonesia-melaporkan-dari-mekkah-al-mukarramah.jpg)