Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Minta YouTube Hapus Iklan Bertentangan Dengan Kerajaan, Targetkan Warga Saudi

Komisi Umum Arab Saudi untuk Media Audiovisual (GCAM) dan Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi (CITC) menegur platfom youtube pada

Editor: M Nur Pakar
()
Logo YouTube 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Komisi Umum Arab Saudi untuk Media Audiovisual (GCAM) dan Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi (CITC) menegur platfom youtube pada Minggu (24/7/2022)

Komisi mengulangi permintaan Kerajaan kepada youtube untuk menghapus iklan ofensif yang diposting di platform populer itu.

Dilansir Arab News, pernyataan bersama ditujukan kepada afiliasi Google, GCAM dan CITC.

Dimana, menunjukkan "YouTube" telah memposting iklan yang ditujukan kepada pengguna Kerajaan.

Termasuk siaran konten yang bertentangan dengan nilai dan prinsip Islam.

Baca juga: Festival Film Arab Saudi Resmi Ditutup, Dapat Ditonton Kembali di YouTube dan Media Sosial

Bahkan menyinggung masyarakat Arab Ssaudi dan peraturan konten media Kerajaan serta Kebijakan Platform YouTube.

"Oleh karena itu, baik GCAM maupun CITC telah meminta Platform "YouTube" menghapus iklan-iklan ini dan harus mematuhi peraturan Kerajaan," kata Komisi.

Dikatakan, iklan tersebut akan ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

"Jika siaran konten yang melanggar terus berlanjut, tindakan hukum yang diperlukan akan diambil," tambahnya.

"Seusia dengan Undang-Undang Telekomunikasi dan Undang-Undang Media Audiovisual," kata pernyataan itu.(*)

Baca juga: YouTube Go akan Stop Beroperasi pada Agustus Mendatang, Apa yang Harus Dilakukan Pelanggan?

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved