Senin, 20 April 2026

Musik

La Gayos Lahir Kembali, Kini Beranggotakan Anak Muda Milenial

Di era 1980-1990, La-GAYO’S sebagai salah satu grup pengisi acara musik latin dan country pada programa 2 TVRI stasiun pusat Jakarta.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pribadi
Personil La Gayos bersama Bupati Aceh Tengah di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Boleh jadi Inilah generasi La Gayos milenial. Sebuah grup musik anak muda Gayo  dari generasi digital yang juga disebut generasi milenial. Penampilan perdana mereka ikut mewarnai Gelar Budaya Gayo di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta,  21-23 Juli 2022.

Personil La Gayos milenial adalah Nikite (bass), Belangi Kosiera (drum), pakcik Pauzi (keybord), dan pakcik Roni Medang Jeumpa (led guitar), Inne Alvionita (vocal).

Mereka masih terikat tali persaudaraan yang kuat. Nikite, Belangi dan Inne Alvionita,  bersaudara kandung, lahir dari pasangan seniman Gayo Alwin Desry dan dr Januarita. Alwin adalah penasihat Musara Gayo Jakarta yang juga seorang pengacara. Pasangan suami istri ini sangat aktif dalam kegiatan masyarakat Gayo Jabodetabek.

Adapun Pauzi dan Roni Medang Jeumpa, ada kerabat keluarga ini.

Anak-anak La Gayos Milenial ini lahir dan besar di Jakarta, jauh dari kampung kakek-neneknya di Gayo. Namun mereka tetap akrab dengan seni Gayo, paling tidak melalui nyanyian yang mereka bawakan, merupakan lagu-lagu Gayo yang digubah dalam irama latin.

Mereka dengan fasih membawakan  "Geremukunah, Uyem (Cipt Alwien Desry), Mukale Nimata, Asa Mata, Denem, Tabi Mulo, Menet, Urip, Remenang."

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan Sekda Aceh Tengah Subhandhy yang hadir di arena Gelar Budaya Gayo itu tampak menikmati sajian La Gayos.

Alwien menceritakan,  nama La-GAYO’S ia sendiri yang meciotakabbya pada  1988,  terinspirasi  seringnya lagu-lagu berirama Latin dan irama country di TVRI  .

Di era 1980-1990, kata Alwien La-GAYO’S sebagai salah satu grup pengisi acara musik latin dan country pada programa 2 TVRI  stasiun pusat Jakarta .

"Setiap kali tampil dalam acara musik latin  tersebut La Gayos   selalu membawa  satu atau dua lagu Gayo berirama latin/country.  Ini sebagai upaya mencoba dan memperkenal lagu Gayo. Tetnyata enak didengar sehingga tidak ada komplain dari pihak TVRI pada waktu itu," kata Alwien.

Personil La-GAYO’S ketika itu adalah, Alm Anek Gayo pada bongo (gendang), Alwien (guitar), Iskandar (drum), Omes (keybord), Domas (bass), Januarita (vocal), Cut Muli dan Kemala Bengi (Vocal)  dan masih banyak lagi personil La Gyos ketika itu. 

Akibat kesibukan personilnya, La Gayos lama vakum dan tidak terdengar, dan kemudian benar-benar terkubur seiring dihapusnya acara musik irama latin dan country di  Programa 2 TVRI

"Untuk mengenang nama La-Gayos, beberapa waktu lalu saya mencoba mengajak dan mengumpulkan anak-anak saya dan  ditambah  beberapa personil lain, agar mereka  melanjutkan nama La Gayos, yaitu dengan membawa lagu lagu Gayo dalam irama latin," terang Alwien.  

Maka sebagai langkah awal La Gayos  kemali pentas dalam Gelar Budaya Gayo di Perpustakaan Nasional lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved