Rabu, 8 April 2026

Internasional

Arab Saudi Akan Belah Gurun dengan Gedung Pencakar Langit Kaca, Sepanjang 120 Km

Arab Saudi meluncurkan rencana untuk membangun gedung pencakar langit kaca senilai 1 triliun dollar AS, sepanjang 75 mil (120 km)

Editor: bakri
Foto: Saudi Press Agency
Kondisi Ibu Kota Riyadh Arab Saudi yang dipenuhi gedung pencakar langit 

RIYADH - Arab Saudi meluncurkan rencana untuk membangun gedung pencakar langit kaca senilai 1 triliun dollar AS, sepanjang 75 mil (120 km), yang akan membentang melintasi gurun dan berdiri lebih tinggi dari Empire State Building.

Proyek gedung pencakar langit yang disebut proyek “Mirror Line” ini akan menjadi bagian dari kota gurun yang disebut Neom - yang ukurannya akan melebihi setengah luas Jambi (27.363 km²), yang diumumkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Januari 2021.

Pengumuman itu dilakukan setelah MBS mengatakan negaranya memiliki proyek konstruksi yang ikonik dan abadi seperti Piramida Mesir.

“The Line adalah proyek yang merupakan revolusi peradaban yang mengutamakan manusia,” katanya saat itu.

Dilansir Daily Mail pada Minggu (24/7/2022), mirror Line akan terdiri dari dua bangunan setinggi 1.600 kaki (488 meter) yang sejajar satu sama lain melintasi 75 mil lanskap gurun, pesisir, dan pegunungan.

Pangeran MBS telah mengklaim bahwa dia ingin Mirror Line siap pada 2030, meskipun para insinyur mengatakan butuh waktu 50 tahun untuk membangunnya.

Bangunan itu sangat panjang sehingga akan berdiri tegak dengan memperhitungkan kelengkungan Bumi.

Jika sepenuhnya selesai, gedung pencakar langit baru Arab Saudi ini akan membentang dari Teluk Aqaba, melalui pegunungan, dan kemudian memanjang di sepanjang pantai menjadi 'aerotropolis' gurun,'' Wall Street Journal melaporkan.

Salman juga mengatakan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk memungkinkan satu juta penduduk bertemu dalam waktu lima menit berjalan kaki dan melakukan perjalanan dari ujung ke ujung dalam rentang waktu 20 menit.

Gedung itu juga dilaporkan akan didukung oleh energi terbarukan.

Baca juga: Padahal Negara Kaya, Kenapa di Brunei Darussalam Tak Ada Gedung Pencakar Langit?

Baca juga: Puluhan Wanita Berpose Tanpa Busana di Balkon Gedung Pencakar Langit Dubai Ternyata Proyek Israel

Bangunan futuristik tersebut menampilkan kilau perak dan interior yang rumit, dengan tangga dan tanaman hijau serta rumah untuk menciptakan komunitas linier.

Proyek triliunan dolar yang nyaris sepanjang jarak Jakarta-Subang ini diharapkan dapat menampung lima juta orang setelah selesai dan kereta berkecepatan tinggi akan berjalan di bawah gedung.

Ini juga akan dilengkapi dengan pelabuhan untuk kapal di bawah lengkungan bangunan.

Jutaan komunitas juga akan diberi makan melalui pertanian vertikal yang diintegrasikan ke dalam dinding bangunan mengkilap, dan penduduk dilaporkan akan membayar langganan untuk makan tiga kali sehari. (kompas.com)

Baca juga: Tak Ada Gedung Pencakar Langit, Ini Potret Wajah Ibukota Negara Termiskin di Dunia

Baca juga: Puntung Rokok Luluhlantakkan Menara Pencakar Langit Abbco di Sharjah, Dubai

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved