Senin, 13 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tak Sadarkan Diri, Kondisinya Disebut Parah

Dalam laporannya, disebutkan bahwa situasi kesehatan Khamenei didasarkan pada penilaian intelijen.

Editor: Amirullah
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026 

SERAMBINEWS.COM – Kabar mengejutkan datang dari Iran. Pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan dalam kondisi serius hingga tidak sadarkan diri.

Informasi ini mencuat pada Selasa (7/4/2026), menyusul laporan yang menyebut Mojtaba Khamenei tengah menjalani perawatan intensif di kota Qom.

Kondisinya terungkap dari laporan media The Times pada Senin (6/4/2026) waktu setempat. Dalam laporannya, disebutkan bahwa situasi kesehatan Khamenei didasarkan pada penilaian intelijen.

Mojtaba Khamenei sendiri diketahui menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran.

Menurut laporan tersebut, ia kini dirawat karena “kondisi medis yang serius.” Informasi ini merujuk pada memo diplomatik yang diyakini bersumber dari intelijen Amerika Serikat dan Israel.

"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi parah, tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," lapor The Times mengutip memo tersebut.

Baca juga: Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama 

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026).

Mojtaba Khamenei telah lama dianggap sebagai kandidat untuk jabatan tersebut, bahkan sebelum serangan Israel menewaskan ayahnya dan meskipun ia belum pernah terpilih atau diangkat ke posisi pemerintahan.

Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di kota Mashhad, Iran.

Istri Mojtaba, yang tewas dalam serangan udara pada Sabtu (28/2/2026) lalu, adalah putri dari seorang tokoh garis keras terkemuka, mantan ketua parlemen Gholam-Ali Haddad-Adel.

Mojtaba Khamenei tumbuh dewasa ketika ayahnya melakukan agitasi melawan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Setelah jatuhnya Shah, keluarga Khamenei pindah ke Teheran, ibu kota Iran.

Baca juga: Ironi JKA: Dana Masa Depan Aceh Habis untuk Membayar Utang Kemanusiaan Negara

Ayahnya menjadi pemimpin tertinggi pada tahun 1989 dan tak lama kemudian Mojtaba Khamenei dan keluarganya memiliki akses ke miliaran dolar dan aset bisnis yang tersebar di banyak bonyad, atau yayasan, di Iran, yang didanai dari industri negara dan kekayaan lain yang pernah dimiliki oleh shah.

Ia belajar di bawah bimbingan kelompok konservatif agama di seminari Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memiliki pangkat ulama Hojjatoleslam.

Dia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Republik Islam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved