Konflik Amerika vs Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tak Sadarkan Diri, Kondisinya Disebut Parah
Dalam laporannya, disebutkan bahwa situasi kesehatan Khamenei didasarkan pada penilaian intelijen.
SERAMBINEWS.COM – Kabar mengejutkan datang dari Iran. Pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan dalam kondisi serius hingga tidak sadarkan diri.
Informasi ini mencuat pada Selasa (7/4/2026), menyusul laporan yang menyebut Mojtaba Khamenei tengah menjalani perawatan intensif di kota Qom.
Kondisinya terungkap dari laporan media The Times pada Senin (6/4/2026) waktu setempat. Dalam laporannya, disebutkan bahwa situasi kesehatan Khamenei didasarkan pada penilaian intelijen.
Mojtaba Khamenei sendiri diketahui menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Menurut laporan tersebut, ia kini dirawat karena “kondisi medis yang serius.” Informasi ini merujuk pada memo diplomatik yang diyakini bersumber dari intelijen Amerika Serikat dan Israel.
"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi parah, tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," lapor The Times mengutip memo tersebut.
Baca juga: Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama
Profil Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026).
Mojtaba Khamenei telah lama dianggap sebagai kandidat untuk jabatan tersebut, bahkan sebelum serangan Israel menewaskan ayahnya dan meskipun ia belum pernah terpilih atau diangkat ke posisi pemerintahan.
Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di kota Mashhad, Iran.
Istri Mojtaba, yang tewas dalam serangan udara pada Sabtu (28/2/2026) lalu, adalah putri dari seorang tokoh garis keras terkemuka, mantan ketua parlemen Gholam-Ali Haddad-Adel.
Mojtaba Khamenei tumbuh dewasa ketika ayahnya melakukan agitasi melawan Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Setelah jatuhnya Shah, keluarga Khamenei pindah ke Teheran, ibu kota Iran.
Baca juga: Ironi JKA: Dana Masa Depan Aceh Habis untuk Membayar Utang Kemanusiaan Negara
Ayahnya menjadi pemimpin tertinggi pada tahun 1989 dan tak lama kemudian Mojtaba Khamenei dan keluarganya memiliki akses ke miliaran dolar dan aset bisnis yang tersebar di banyak bonyad, atau yayasan, di Iran, yang didanai dari industri negara dan kekayaan lain yang pernah dimiliki oleh shah.
Ia belajar di bawah bimbingan kelompok konservatif agama di seminari Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memiliki pangkat ulama Hojjatoleslam.
Dia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Republik Islam.
Konflik Amerika vs Iran
Mojtaba Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Serambi Indonesia
| Nasib Kapal Tanker RI di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran: Perlu Komunikasi, Musuh Tak Diizinkan |
|
|---|
| Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda |
|
|---|
| Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz Gratis, Nasib Indonesia Belum Jelas |
|
|---|
| Trump Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Iran dalam 4 Jam Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Dunia Waspada |
|
|---|
| Rudal Iran Hantam Kota Haifa Israel Utara, 2 Orang Tewas dan 2 Hilang, 4 Lainnya Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ayatollah-Mojtaba-Khamenei-anak-Ali-Khamenei-resmi-terpilih-menjadi-pemimpin-tertinggi-baru-Iran.jpg)