Internasional

Turki Resmi Menjadi Pusat Koordinasi Ekspor Gandum Ukraina, Usai Moskow dan Kiev Capai Kesepakatan

Turki secara resmi menjadi pusat koordinasi bersama untuk ekspor biji-bijian dan gandum Ukraina di bawah kesepakatan PBB.

Editor: M Nur Pakar
AFP/KEMENTERIAN PERTAHANAN TURKI
Delegasi militer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Turki, Ukraina, dan Rusia mengadakan pertemuan empat pihak membahas ekspor gandum dan biji-bijian di Istanbul, Turki, Rabu (13/7/2022). 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Turki secara resmi menjadi pusat koordinasi bersama untuk ekspor biji-bijian dan gandum Ukraina di bawah kesepakatan PBB.

Hal itu untuk melanjutkan pengiriman untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke tetangganya pada 24 Februari 2022.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar meluncurkan pusat koordinas itu pada sebuah upacara pada Rabu (27/7/2022).

Peluncuran setelah lima hari Moskow dan Kiev memasukkan nama mereka pada sebuah kesepakatan yang telah dirancang Turki.

Sehingga, akan dapat mengirimkan gandum dan biji-bijian lainnya melintasi Laut Hitam dari tiga pelabuhan Ukraina yang ditunjuk.

Pusat Koordinasi itu akan dikelola oleh pejabat sipil dan militer dari dua pihak yang bertikai dan delegasi Turki dan PBB.

Baca juga: Presiden Turki Akan Upayakan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina ke Pasar Global

Dilansir AFP, tugas utama mereka, pemantauan jalur aman kapal gandum Ukraina di sepanjang rute yang telah ditetapkan.

Termasuk mengawasi inspeksi senjata terlarang dalam perjalanan masuk dan keluar dari Laut Hitam.

“Staf yang bekerja di pusat ini sadar, mata dunia tertuju pada mereka,” kata Akar kepada wartawan dalam pidato pembukaannya.

“Adalah harapan kami, akan memberikan kontribusi sebesar mungkin untuk kebutuhan kemanusiaan dan perdamaian global," tambahnya.

Pemblokiran pengiriman dari dua pengekspor biji-bijian terbesar di dunia telah berkontribusi pada lonjakan harga.

Sehibgga, membuat impor makanan menjadi sangat mahal untuk beberapa negara termiskin di dunia.

Baca juga: Turki, Rusia, Ukraina dan PBB Bertemu di Turki, Bahas Kesepakatan Ekspor Gandum ke Pasar Global

Perkiraan PBB mengatakan hampir 50 juta orang mulai menghadapi kelaparan akut di seluruh dunia sebagai akibat langsung dari perang di Ukraina.

Harga gandum turun tajam beberapa jam setelah kesepakatan gandum ditandatangani.

Tetapi serangan rudal Rusia di pelabuhan Laut Hitam Ukraina di Odessa pada Sabtu (24/7/2022) menempatkan perjanjian itu di bawah keraguan baru.

Akar mengatakan sepertiga pasokan gandum dunia berasal dari Rusia dan Ukraina.

Tetapi, untuk ekspor gandum dan biji-bijian dari Ukraina tetap tergantung dari Rusia yang tidak menyerang pelabuhan di Ukraina.(*)

Baca juga: Ukraina Buka Ekspor Gandum, Kabar Baik untuk Indonesia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved