Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Petugas Pemadam Kebakaran Maroko Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan

Petugas pemadam kebakaran Maroko terus berusaha menahan kebakaran hutan, yang dipicu oleh angin kencang.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang petugas pemadam kebakaran melihat kebakaran yang sedang melumat kawasan hutan di Provinsi Larache, Maroko, Rabu (28/7/2022). 

SERAMBINEWS.COM, RABAT - Petugas pemadam kebakaran Maroko terus berusaha menahan kebakaran hutan, yang dipicu oleh angin kencang.

Kebakaran menyapu bagian utara negara itu, menurut pihak berwenang.

Di Provinsi Larache yang paling terkena dampak, selatan Tangier, tim intervensi yang didukung tentara berusaha mengendalikan kebakaran yang masih aktif.

Kebakaran hutan telah mengancam keberadaan desa di wilayah itu, kata sumber lokal kepada AFP, Kamis (28/7/2022).

Tiga pesawat pemadam kebakaran Canadair melakukan 25 kali penerbangan sepanjang hari.

Lebih dari 900 keluarga dari 15 desa juga dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

Baca juga: Kebakaran Semak Menjadi Kebakaran Hutan di California, Ribuan Orang Dievakuasi

Di wilayah terdekat Fahs Anjra, timur Tangier, tim penyelamat berhasil mengatasi satu kebakaran hutan dan mulai membersihkan daerah yang terkena dampak.

Kebakaran lain sedang dalam perjalanan untuk benar-benar terkendali di sebuah hutan di provinsi Taounate, juga di utara, setelah hampir 50 hektare tutupan pohon hangus terbakar.

Sekitar 160 hektare hutan juga rusak di wilayah terdekat Tetouan.

Kebakaran di utara kerajaan telah menewaskan sedikitnya empat orang sejak pertengahan Juli 2022.

Menurut Menteri Pertanian Mohamed Sadiki, yang juga mengawasi hutan, total area yang terkena dampak kebakaran mencapai 10.300 hektare.

Sebagai perbandingan, 2.782 hektare hutan dihancurkan oleh 285 kebakaran dari Januari sampai September 2021.

Baca juga: Gelombang Panas Terpa Timur dan Barat China, Tiga Wilayah Berisiko Kebakaran Hutan

Maroko selama beberapa minggu telah dicengkeram oleh suhu yang sangat panas di tengah kekeringan eksteem yang tidak normal dan tekanan pada pasokan air.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved