Kamis, 9 April 2026

Internasional

PBB Minta Ukraina Ekspor Gandum Melalui Koordinat Jalur dan Rute Teraman

Martin Griffiths, pejabat PBB yang menengahi kesepakatan itu mengatakan biji-bijian pertama dapat meninggalkan pelabuhan Ukraina mulai Jumat (29/7/202

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pejabat PBB, Martin Griffiths 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Martin Griffiths, pejabat PBB yang menengahi kesepakatan itu mengatakan biji-bijian pertama dapat meninggalkan pelabuhan Ukraina mulai Jumat (29/7/2022).

Tetapi, dia memperingatkan pekerjaan masih dilakukan untuk menyelesaikan koordinat yang tepat dari rute teraman.

Dilansir AP, rute itu harus benar-benar tepat dan tidak boleh keluar jalur

Lloyd's List, penerbit global berita pengiriman, mencatat pada Jumat (29/7/2022).

Dikatakan, pejabat PBB mendorong pelayaran awal minggu ini untuk menunjukkan kemajuan dalam kesepakatan.

Sebaliknya, ketidakpastian yang terus berlanjut kemungkinan akan mencegah pengiriman segera dari Ukraina.

Baca juga: Ukraina Tuduh Kapal Kargo Suriah Angkut Gandum Curian dari Negaranya ke Pelabuhan Lebanon

“Isu-isu logistik dan garis besar rinci prosedur pengamanan harus disebarluaskan," tulis Bridget Diakun dan Richard Meade dari Lloyd's List.

"Jika tidak disetujui dan perusahaan asuransi tidak akan menanggung pengiriman,” tambahnya.

Namun, mereka mencatat badan-badan PBB, seperti Program Pangan Dunia, telah mengatur mencarter banyak biji-bijian untuk kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Mendapatkan gandum dan makanan lainnya sangat penting bagi petani di Ukraina.

Saat ini, sudah kehabisan kapasitas penyimpanan di tengah panen baru.

Biji-bijian itu sangat penting bagi jutaan orang di Afrika.

Baca juga: Turki Resmi Menjadi Pusat Koordinasi Ekspor Gandum Ukraina, Usai Moskow dan Kiev Capai Kesepakatan

Termasuk sebagian Timur Tengah dan Asia Selatan.

Karena sudah menghadapi kekurangan pangan.

Bahkan, dalam beberapa kasus, mengalami kelaparan.

Sejak kesepakatan itu ditandatangani seminggu yang lalu, perusahaan pelayaran tidak terburu-buru.

Karena ranjau peledak hanyut di perairan Laut Hitam.

Para pemilik kapal menilai risikonya dan banyak yang masih memiliki pertanyaan tentang bagaimana kesepakatan itu akan berjalan.(*)

Baca juga: Militer Rusia Klaim Hancurkan Markas Legiun Internasional Ukraina, 40 Tentara Bayaran Tewas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved