AHY Ungkap Ancaman Pemilu 2024, Berharap Anak Muda jadi Motor Perbaikan Indonesia

kalau tidak melihat sumber masalah, maka berapa pun jumlah poros, siapapun yang mengikuti pemilu, maka bisa menimbulkan prahara sekaligus polarisasi

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri Launching Kanal Pemilu Terpercaya CNN Indonesia pada Senin (1/8/2022) malam, di Menara Bank Mega. 

Laporan Yocerizal

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan harapannya agar Pemilu 2024 dapat menghadirkan kepemimpinan yang membawa perubahan dan juga kebaikan ke arah yang lebih baik.

“Hal ini bukan merupakan sebuah keniscayaan, tetapi juga amanah, sejarah, lintas generasi, lintas kepemimpinan, jadi memang sudah sewajarnya seperti itu,” ujar AHY saat menghadiri Launching Kanal Pemilu Terpercaya CNN Indonesia pada Senin (1/8/2022) malam, di Menara Bank Mega.

“Sebetulnya bukan masalah dua atau tiga poros lebih baik, atau berapa pun jumlahnya,"

"Karena pada akhirnya kalau kita tidak melihat sumber masalah, maka berapa pun jumlah poros, siapapun yang mengikuti pemilu, maka bisa menimbulkan prahara sekaligus polarisasi,” tambahnya lagi.

AHY menilai ada tiga permasalahan demokrasi di Indonesia. Pertama adalah money politics.

“Di sini banyak generasi muda, saya juga mengajak, mari kita sama-sama kawal pemilu ini agar tidak terjadi eksploitasi politik uang yang berlebihan, vote buying,”

“Ini bahaya, karena hanya mereka yang memiliki uang akhirnya, yang bisa menguasai politik dan pada akhirnya mengawaki negara kita,” jelasnya.

Yang kedua permasalahannya adalah politik identitas. Menurut AHY, ini memang bukan sesuatu yang baru karena memang dari sejak dulu sudah ada.

Tetapi jika dieksploitasi secara berlebihan, politik agama, suku, ras dan identitas lainnya, maka ini berbahaya.

“Ini hanya menimbulkan perpecahan di antara kita dan sentimen itu akan diteruskan ke generasi selanjutnya, anak cucu kita, costnya terlalu tinggi,” tambah AHY.

Terakhir, politik fitnah, hoax, fake news, black campaign, ini juga selalu menjadi masalah bersama, yang menyebabkan masyarakat tenggelam dalam tsunami informasi dan sekaligus disinformasi.

“Oleh karena itu mari kita memiliki sebuah mekanisme sebagai bangsa untuk melawan itu semua. Jangan dibiarkan bangsa kita dihancurkan oleh perilaku buzzer-buzzer yang hanya ingin meruntuhkan persatuan di antara kita,”

Baca juga: Ini Profil Yayasan asal Sumut, Viral Minta Sedekah di Lhokseumawe, Turun Mobil dan Ganti Baju Koko

Baca juga: Aceh dan Kepemimpinan Militer (IV) - Alaiddin Riayat Syah, Sang Penakluk dan Armadanya

Baca juga: Kecelakaan Maut di Aceh Timur, Bus dan Innova Tabrakan di Tengah Hujan Lebat, Dua Orang Meninggal

“Kalau kita berkomitmen, dua pasang, tiga pasang, empat pasang, atau berapa pun, Indonesia tidak akan pecah, dan pemilu kita berkualitas dan Indonesia akan semakin maju ke depan,” lanjut AHY.

AHY juga kembali menegaskan komitmennya dalam mencegah polarisasi saat Pemilu 2024 nanti, di antaranya dengan terus membangun literasi politik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved