Sabtu, 25 April 2026

Pengacara Istri Ferdy Sambo: Putri Candrawathi Sudah 3 Kali Diperiksa Penyidik Polisi

Putri Candrawathi diperiksa terkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Irjen Sambo.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/RAHEL NARDA
Kuasa hukum istri Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis dan Sarmauli di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2022). 

Sementara, menurut keterangan polisi pada 11 Juli 2022, Brigadir J tewas setelah adu tembak dengan Bharada E.

Saling tembak itu dipicu dugaan pelecehan Brigadir J terhadap istri Irjen Sambo, PC.

Menurut Polri, dugaan pelecehan itu menimbulkan kegaduhan yang membuat Bharada E mendekati kamar PC.

Saat itu, Bharada E datang dari lantai 2, menuruni tangga, dan melihat Brigadir J di depan kamar PC.

Bharada E sempat bertanya terkait kejadian di kamar kepada koleganya itu namun disambut tembakan oleh Brigadir J

Bharada E pun membalas sehingga terjadi adu tembakan.

Menurut polisi, baku tembak tersebut menyebabkan meninggalnya Brigadir J dengan tujuh luka tembak. 

Sementara Bharada E tidak mengalami luka apa pun.

Baca juga: VIDEO Sambo Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Brigadir J, Mohon Doa Agar Istri Cepat Pulih

Kuasa Hukum: Istri Ferdy Sambo Sering Menangis, Tatapannya Kosong

 Tim kuasa hukum istri Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo, mengungkapkan kondisi terkini ibu Putri Candrawathi atau PC pasca-kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Salah satu kuasa hukum, Arman Hanis menyebut Putri Candrawathi atau PC seringkali terlihat diam hingga tatapannya kosong saat diajak berkomunikasi.

"Tiap saya ajak ngomong diam, nangis, pandangan matanya kosong kayak ketakutan jadi saya nggak bisa komunikasi langsung," kata Arman Hanis kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2022).

Arman menyebut dirinya sering bertemu dengan PC.

Namun, yang hanya bisa berkomunikasi dengan kliennya itu hanyalah tim psikolog.

"(Saya) dengan Ibu PC tiap hari ketemu dalam kondisi terguncang dan trauma berat, tiap ada pertanyaan harus melalui psikilog klinis yang ditunjuk Polda Metro Jaya. Tiap hari kondisi masih sulit berkomunikasi dengan kuasa hukum walau selalu bertemu," ungkapnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved