Kamis, 16 April 2026

Internasional

Kapal Pengangkut Gandum Curian dari Ukraina Berlayar dari Lebanon Menuju Pelabuhan Suriah

Sebuah kapal Suriah yang dikatakan Ukraina membawa gandum curian dari Ukraina telah meninggalkan pelabuhan Lebanon.

Editor: M Nur Pakar
AP
Kapal Suriah Laodikia menjadi kapal gandum pertama meninggalkan Ukraina sejak invasi Rusia dan sedang berlayar dari Lebanon menuju pantai Suriah, Kamis (4/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Sebuah kapal Suriah yang dikatakan Ukraina mengangkut gandum curian dari Ukraina telah meninggalkan pelabuhan Lebanon.

Para pejabat di Lebanon mengizinkannya berlayar menyusul penyelidikan, kata Menteri Transportasi Lebanon pada Kamis (4/82022).

Laodikia berbendera Suriah telah berlabuh di pelabuhan Tripoli sejak tiba Kamis (31/7/2022) lalu.

Kapal membawa 10.000 ton tepung gandum dan jelai.

Ukraina mengatakan gandum itu dicuri oleh Rusia, sebuah klaim yang dibantah Kremlin.

Pada Rabu (3/8/2022), Duta Besar Ukraina untuk Lebanon Ihor Ostash mendesak Lebanon untuk tidak mengizinkan kapal meninggalkan pelabuhan.

Baca juga: Hakim Lebanon Perintahkan Kapal Kargo Suriah Berisi Gandum Curian dari Ukraina Disita

Seorang hakim pada Rabu (3/8/2022) mengatakan Laodikia dapat berlayar.

Hanya berselang sehari setelah Jaksa Agung Lebanon memutuskan kapal itu dapat pergi setelah penyelidikan.

Dimana, menunjukkan kapal itu tidak membawa gandum curian dari Ukraina.

Menteri Transportasi Ali Hamie mentweet kapal Laodikia yang berbendera Suriah sekarang berada di luar perairan teritorial Lebanon.

Tidak segera jelas ke mana kapal itu menuju.

Tetapi Marine Traffic, sebuah situs web yang memantau lalu lintas kapal dan lokasi kapal di laut, menunjukkan kapal itu bergerak menuju pantai Suriah.

Baca juga: Kapal Pengangkut Gandum Ukraina Disterilisasi di Turki, Sebelum Berlayar ke Lebanon

Kepergian Laodikia kemungkinan akan membuat marah Ukraina.

Misi diplomatik Rusia di Lebanon memuji langkah tersebut.

Rusia menuduh Ukraina berbohong tentang kargo dan mencoba merusak hubungan antara Moskow dan Beirut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved