Berita Banda Aceh
Peringati HAN, Dinkes Aceh Sediakan Layanan Imunisasi Anak
Kegiatan imunisasi Dinkes Aceh ini didukung oleh UNICEF bersama Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA) yang menjadi mitra pelaksana.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Selanjutnya, ada imunisasi lanjutan yang diberikan kepada anak usia 12-14 bulan berupa imunisasi DPT, HB, Hib, campak, dan rubela.
Seorang anak dinyatakan sudah diimunisasi dasar lengkap, kata Hanif, apabila sudah mendapatkan semua imunisasi tersebut sesuai dengan jadwal.
Terkait dengan pelayanan imunisasi yang terdapat di stan YDUA hari ini, kata Nuu Husein, salah satu upaya untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).
Baca juga: Turun ke Gampong, Pj Bupati Aceh Besar Sosialisasi Program Imunisasi Anak
"BIAN ini adalah bulan pemberian imunisasi tambahan campak dan rubela serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang terlewatkan karena kondisi pandemi selama ini," kata Nuu.
Pemberian imunisasi yang digiatkan melalui BIAN untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat penyakit campak, rubela, polio, pneumonia atau radang paru, meningitis atau radang selaput otak, pertusis atau batuk rejan, dan hepatitis B.
Dalam kegiatan ini Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh yang menurunkan tim Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh.
Dokter Novi Yuliana selaku Koordinator Imunisasi Puskesmas Jaya Baru yang bertugas di stan UNICEF dan mitra menjelaskan bahwa di stan tersebut pihaknya melayani imunisasi anak dan vaksinasi Covid-19 kepada orang dewasa.
Sebelum memberikan imunisasi pada anak, terlebih dahulu diskrining seperti mengecek kesehatan anak secara umum.
"Kalau untuk imunisasi anak ketika skrining paling kita tanya apakah sedang demam atau sedang batuk pilek, kalau tidak bisa langsung disuntikkan imunisasinya," ujarnya.
Novi menjelaskan, selama dua tahun terakhir, khususnya di Kecamatan Jaya Baru, tingkat partisipasi orang tua yang membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi sangat menurun.
Banyak orang tua berpikir pemberian imunisasi kepada anak sama dengan vaksinasi Covid-19 sehingga membuat mereka menjadi waswas.
"Kalau kita lihat dari capaian imunisasinya dalam dua tahun ini jauh menurun, makanya keluarlah BIAN untuk mengejar kembali yang ketinggalan selama pandemi.
Jadi, sampai usia lima tahun masih bisa dikejar untuk pemberian imunisasi dasar ini," katanya.
Dampak dari menurunnya cakupan imunisasi pada anak ini, kata Novi, telah menyebabkan munculnya penyakit campak dan diketahui di setiap kecamatan di Banda Aceh ditemukan kasusnya sehingga menjadi kasus luar biasa.
Peringatan HAN 2022 tersebut dimeriahkan dengan aneka kegiatan di stan-stan dari berbagai instansi dan komunitas. Di antaranya BKKBN, Unicef dan mitra, Forum Anak Tanah Rencong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ayu-marzuki-tolak-talasemia.jpg)