Berita Pidie
Dewan Sorot PAD Pidie, Ini Jumlah Pendapatan Proyek Jalan Tol dan Waduk Rukoh telah Disetor
Sebagian anggota Banggar yang hadir justru lebih banyak diam saat pembahasan KUA dan PPAS.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Sebagian anggota Banggar yang hadir justru lebih banyak diam saat pembahasan KUA dan PPAS.
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Banggar DPRK Pidie sorot Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum meningkat.
Banggar menilai realisasi PAD tidak mencapai target, karena lemahnya kinerja SKPK dalam memburu PAD.
Hal itu dibahas dalam sidang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2023 di Gedung DPRK Pidie, Senin (8/8/2022).
Pantauan Serambinews.com, Senin (8/8/2022), ada beberapa anggota Banggar yang tidak hadir dalam sidang pembahasan KUA dan PPAS tahun 2023.
Sebagian anggota Banggar yang hadir justru lebih banyak diam saat pembahasan KUA dan PPAS.
Sementara anggota Banggar DPRK Pidie yang lebih dominan melayangkan pertanyaan kepada TAPK Pidie justru anggota Banggar yang sama.
Sehingga suasana pembahasan KUA dan PPAS tidak berwarna.
Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, dalam pembahasan KUA dan PPAS mengatakan, PAD dari proyek jalan tol dan Waduk Rukoh harus dikejar mencapai seratus persen.
Apalagi, proyek Waduk Rukoh telah rampung 80 persen dan akan selesai pertengahan 2023.
Juga proyek jalan tol harus disetor seratus persen menjadi sumber PAD Pidie. Kedua perusahaan BUMN itu telah bekerja dan mengambil material di Pidie.
" Jika pembayaran tidak sekaligus, tapi ritme pembayaran PAD harus ada. Pemkab harus jemput bola terhadap proyek tol dan Waduk Rukoh . Jika ada masalah, kita sama-sama ke Jakarta," jelasnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Pidie, Teuku Hendra Hidayat Yoga SSTP MEc Dev, kepada Serambinews.com, Senin (8/8/2022) menyebutkan, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) realisasi pendapatan dari proyek jalan tol mencapai Rp 3 miliar.
Sementara dari proyek Waduk Rukoh sekitat 100 juta lebih. Dan, perusahaan yang menangani waduk itu berjanji akan menyetor pendapatan. Sebab, saat ini pekerjaannya belum selesai semuanya.
" Kami inten berkomunikasi dengan kontraktor yang menangani proyek tol dan Waduk Rukoh. Sehingga pendapatan dari proyek raksasa itu bisa menggenjot PAD," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f20220808nzr5.jpg)