Internasional
Arab Saudi Mulai Gerah, Israel Terus Gempur Palestina, Minta Dunia Bantu Akhiri Konflik
Kerajaan Arab Saudi mulai gerah melihat Israel yang terus menggempur Palestina setiap hari.
SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Kerajaan Arab Saudi mulai gerah melihat Israel yang terus menggempur Palestina setiap hari.
Arab Saudi menuntut tindakan internasional untuk menghentikan serangan mematikan oleh pasukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Pada pertemuan Kabinet di Jeddah yang dipimpin Raja Salman, para menteri mendesak masyarakat internasional ikut bertanggungjawab.
Arab Saudi berharap masyarakat internasional mengerahkan semua upaya untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel, seperti dilansir Arab News, Rabu (10/8/2022).
Seruan Arab Saudi datang ketika tiga warga Palestina tewas dan 40 terluka dalam serangan Israel di Nablus Tepi Barat utara.
Salah satu korban, Moamen Jaber yang masih berusia 17 tahun meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit di Hebron.
Baca juga: Israel Buru Pejuang Palestina di Nablus, Baku Tembak Pecah, Tiga Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Dia terkena tembakan tentara Israel dalam bentrokan di Bab Al-Zawiyah.
Empat kematian itu membuat jumlah orang yang tewas tahun ini oleh pasukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza menjadi 130 orang.
"Dari Nablus ke Hebron, setelah Jalur Gaza dan Jenin, Israel terus melakukan kejahatan terbuka terhadap rakyat kami di semua wilayah pendudukan," kata Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh.
Kematian Selasa (9/8/2022) terjadi setelah pasukan elit Israel mengepung sebuah rumah di kota tua Nablus di pagi hari.
Tentara Israel menembak Ibrahim Al-Nabulsi, komandan Brigade Martir Al-Aqsa, sayap militer Fatah, dan satu anggota lain dari kelompok tersebut, bernama Islam Sabbouh.
Setelah Nabulsi menolak permintaan untuk menyerah, pasukan Israel melepaskan tembakan.
Baca juga: Hizbullah Peringatkan Israel, Serangan ke Pejuang Palestina di Lebanon Akan Jadi Perang Baru
Bahkan, menyerang rumah tersebut dengan rudal anti-baju Matador, membunuh orang-orang di dalamnya.
Seorang warga Palestina lainnya, Hussein Jamal Taha berusia 16 tahun juga tewas.
Ribuan warga Palestina mengambil bagian dalam tiga pemakaman, yang terbesar di Nablus selama 20 tahun.
Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel pecah di Tepi Barat, melukai sedikitnya 20 warga sipil, kebanyakan pria muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Palestina-Protes-Serangan-Israel.jpg)