Breaking News:

Penyaluran KUR

Realisasi Dana Kredit Usaha Rakyat Bidang Pertanian Sangat Rendah

Padahal, setiap ada pertemuan dengan anggota kelompok tani tanaman pangan dan hortikultura, mereka selalu mengeluhkan soal modal usaha pertanian. Seme

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Kolase Serambinews.com
Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, saat berada di salah satu kebun salak di Sabang baru-baru ini 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Cut Huzaimah MP menyatakan, sampai 25 Juli 2022, jumlah dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk bidang pertanian, perkebunan, hortikultura dan peternakan di Aceh masih sangat rendah senilai Rp 321,479 miliar, atau baru sebesar 18 persen dari alokasi yang diberikan Kementan tahun 2022 ini mencapai Rp 1,7 triliun.

“Dalam pertemuan Pj Gubernur Aceh Ahmad Marzuki dengan Kementan belum lama ini di Jakarta, informasinya Kementan bakal menambah kuota dana KUR Aceh untuk bidang pertanian tahun ini sekitar Rp 200 – Rp 300 miliar lagi,” kata Cut Huzaimah kepada Serambinews.com, Selasa (9/8/2022) saat dimintai penjelasannya terkait penyaluran dana KUR di Aceh untuk sektor pertanian.

Cut Huzaimah mengatakan, pihaknya juga heran, kenapa realisasi dana KUR tahun ini, pasca pandemi covid 19, sangat rendah di Aceh, terutama untuk sub sektor tanaman pangan dan hortikultura.

Pemerintah Tingkatkan Plafon KUR Guna Percepat Pemulihan UMKM dan Ekonomi Nasional

Padahal, setiap ada pertemuan dengan anggota kelompok tani tanaman pangan dan hortikultura, mereka selalu mengeluhkan soal modal usaha pertanian. Semenatra kuota dana KUR yang disediakan untuk Aceh dalam bidang pertanian sangat besar capai Rp 1,7 triliun, tapi kenapa persentase realisasinya sangat rendah.

Contohnya untuk bidang tanaman pangan. Kementan mengalokasikan dana KUR tahun ini untuk sub sektor tanaman pangan mencapai Rp 450 miliar, tapi penyerapan atau pencairannya kepada petani sampai 25 Juli 2022 ini, baru senilai Rp 27,670 miliar atau baru sebesar 6,15 persen, dari yang dialokasikan.

Pemerintah Tumbuhkan UMKM Melalui KUR, Menko Airlangga Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Untuk bidang tanaman hortikultura juga demikian, sebut Cut Huzaimah, daya serapnya masih terlalu rendah juga baru senilai Rp 9,677 miliar dari yang alokasikan Rp 255,710 miliar, daya serap baru sebesar 3,78 persen.

Bidang peternakan, pencairannya juga masih rendah Rp 15,248 miliar, baru sebesar 4,5 persen, dari yang dialokasikan Rp 338,845 miliar. Jasa pertanian, perkebunan dan peternakan pencairan, realisasi dana KUR nya baru Rp 30 juta, usaha kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan, pencairan dana KUR juga rendah baru senilai Rp 2,9 miliar. Hanya untuk bidang perkebunan yang pencairan dana KUR nya sedikit besar senilai Rp 265,934 miliar, atau sudah mencapai sebesar 36,26 persen dari alokasinya Rp 733,331 miliar.

Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan daya serap dana KUR untuk bidang tanaman pangan dan hortikultura masih sangat rendah di banding perkebunan. Di antaranya, karena untuk mendapatkan dana KUR petani membutuhkan availis atau penjamin.

Untuk pencairan dana KUR, saratnya tidak hanya belum ada pinjaman kredit di bank, tapi butuh agunan atau boroh. Di daerah, belum ada perusahaan yang bisa memberikan jaminan kepada petani untuk pencairan dana KUR. Solusi untuk mengatasi masalah ini, kata Kadistanbun Aceh, masih diperlukan sosialisasi dan pendekatan mulai dari kepala daerah sampai kepada masyarakat tani.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved