Breaking News:

Internasional

Masyarakat Mesir Dijatah Listrik, Pemerintah Lebih Utamakan Ekspor Gas Untuk Dapatkan Devisa

Masyarakat Mesir mulai dijatah listrik, sehingga terjadi pemadaman beberapa jam dalam sehari.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasokan listrik ke masyarakat Mesir akan dijatah, mengurangi pemakaian gas alam untuk ekspor. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Masyarakat Mesir mulai dijatah listrik, sehingga terjadi pemadaman beberapa jam dalam sehari.

Kabinet Mesir telah menyetujui rencana penjatahan listrik untuk menghemat gas alam yang akan dialihkan ke pasar ekspor.

Sehingga, akan menghasilkan devisa atau mata uang asing, seperti dilansir AFP, Kamis (11/8/2022).

Mesir telah menderita kekurangan mata uang asing akut sejak invasi Rusia Februari ke Ukraina.

Dimana, telah mendorong naiknya harga komoditas, runtuhnya pariwisata dari kedua negara dan menaikkan biaya pinjaman.

Di bawah rancangan rencana, toko-toko dan mal harus membatasi penggunaan lampu dan menjaga AC tidak lebih dingin dari 25 derajat Celcius.

Baca juga: Perebutan Air Sungai Nil Berlanjut, Mesir Protes Pengisian Bendungan Raksasa Ethiopia ke DK PBB

Kementerian dan fasilitas pemerintah harus mematikan lampu pada akhir jam kjerja.

Penerangan jalan juga akan dikurangi.

Pemerintah bulan lalu menunda rencana kenaikan harga listrik selama enam bulan.

Harga yang lebih tinggi akan sangat tidak populer selama beberapa tahun terakhir ini.

Tetapi, telah mengalami serangkaian langkah-langkah penghematan yang ketat.

Pada Selasa (10/8/2022), Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan pemerintah akan mengurangi jumlah gas yang digunakan untuk menghasilkan listrik sebesar 15 persen.

Dia mengatakan pembangkit listrik domestik membeli gas alam dengan harga sepersepuluh dari harga yang bisa didapat di pasar internasional.

Baca juga: Pembantu Rumah Tangga Mesir Habiskan 40 Tahun Layani Pengusaha Arab Saudi, Akhirnya Harus Berpisah

Eropa telah mencari sumber gas alternatif untuk mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia saat perang di Ukraina meningkat.

Pertumbuhan pesat dalam pasokan gas alam Mesir, didorong oleh penemuan ladang terbesar di Mediterania.

Mengubahnya dari pengimpor bersih menjadi pengekspor pada akhir 2018.

Mesir mengekspor 9,45 juta meter kubik gas alam cair dalam tujuh bulan pertama 2022, naik 44 persen dari tahun sebelumnya, menurut data Refinitiv.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved