Senin, 13 April 2026

Internasional

Sekolah Arab Saudi Berevolusi, Pembelajaran Berbasis Teknologi XR, Ini Filosofinya

Teknologi realitas akan segera merevolusi lingkungan pendidikan di Arab Saudi. Direktur Pelaksana NEOM Academy Dr Ali Al-Shammari mengatakan hal itu

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Panel pakar teknologi terkemuka membahas masa depan teknologi XR untuk pendidikan di Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Teknologi realitas akan segera merevolusi lingkungan pendidikan di Arab Saudi.

Direktur Pelaksana NEOM Academy Dr Ali Al-Shammari mengatakan hal itu kepada panel pakar teknologi terkemuka.

Dilansir ArabNews, Kamis (11/8/2022), Al-Shammari bergabung dengan sebuah panel untuk membahas masa depan teknologi XR (Extended Reality),

Mencakup realitas virtual, realitas tertambah, dan konten video 360 derajat.

Ketika headset dan perangkat lunak VR (Virtual Reality) lebih mudah diakses dari sebelumnya, bidang termasuk pendidikan mengadopsi teknologi di seluruh dunia untuk meningkatkan pengetahuan.

Al-Shammari yang juga dekan e-learning dan pendidikan jarak jauh di Universitas Tabuk, mengatakan:

“Ilmu kedokteran sebenarnya bidang terbesar yang mencakup beberapa teknologi lingkungan pembelajaran imersif VR."

"Termasuk ilmu alam seperti fisika, kimia, biologi dan biokimia dan itu terus berkembang.”

Baca juga: 56 Persen Populasi Tinggal di Perkotaan, Desain NEOM Akan Mampu Mengatasi Ledakan Penduduk

Sebelumnya, sistem pendidikan yang berpusat pada guru menekankan pembelajaran dari satu sumber sambil mendiskreditkan alternatif, tambahnya.

“Saat ini, kami lebih fokus pada siswa itu sendiri, bagaimana memberi mereka alat dan sumber daya untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan nilai mereka,” kata Al-Shammari.

Ketika teknologi mulai memainkan peran lebih besar dalam semua aspek kehidupan manusia, Al-Shammari percaya tugas seorang pendidik hanya membimbing siswa.

Khususnya, melalui metode komunikasi yang tepat untuk belajar.

“Di masa lalu, kami menggunakan model satu ukuran untuk semua," jelasnya.

"Kami menempatkan siswa bersama-sama, terlepas dari perbedaan individu, karena kami ingin memiliki pekerja," tambahnya.

“Kami ingin memiliki siswa yang dapat melakukan daftar tugas tertentu dalam pekerjaan tertentu," harapnya.

Baca juga: Universitas Princess Nourah Dorong Mahasiswa Bangun Startup Bisnis, Rencana Sampai Pemasaran Produk

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved