Warga Aceh di Malaysia
Seorang Warga Aceh Utara Terjerat 2 Kasus di Malaysia, Istri dan 3 Anaknya Telantar di Negeri Jiran
Amelia telantar di Negeri Jiran sejak suaminya, SF (35) asal Aceh Utara, terjerat dua kasus lintas negara yang ditangani oleh Kepolisian Malaysia.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Amelia telantar di Negeri Jiran sejak suaminya, SF (35) asal Aceh Utara, terjerat dua kasus lintas negara yang ditangani oleh Kepolisian Malaysia.
SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Seorang wanita asal Medan Sumatera Utara, Amelia (29), bersama tiga anaknya telantar di Malaysia.
Ia sudah terlantar di Negeri Jiran tersebut sejak sang suami, SF (35) terjerat dua kasus lintas negara yang ditangani oleh Kepolisian Malaysia.
SF diketahui merupakan warga Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
Ia menikah dengan Amelia dan memiliki tiga anak yang kini baru berusia lima tahun, tiga tahun, dan setahun.
Baca juga: Politisi Partai Aceh, Yahdi Hasan Siap Pulangkan Melisa ke Agara
Berdasarkan informasi dari Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang diterbitkan KBRI Kuala Lumpur, ketiga anak itu lahir di Pahang.
Hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima Serambinews.com dari Ketua Bireuen Bersatu Aceh Malaysia, Haikal pada Kamis (11/8/2022) sore.
Haikal mengatakan, SF ditangkap oleh kepolisian Malaysia pada awal 2022 lalu.
Menurutnya, sejak saat itulah Amelia bersama tiga anaknya terlantar karena tak ada yang menafkahinya.
“Dia ini benar istri daripada warga Aceh yang sempat viral beberapa hari yang lalu. Alhamdulillah sekarang mereka sudah kita tampung,” ujar Haikal.
Baca juga: Melisa, Warga Aceh Tenggara Sakit di Malaysia, Yahdi Hasan Akan Tanggung Semua Biaya Pemulangan
Lebih lanjut, Haikal mengatakan, setelah mendapat informasi tentang wanita bersuami warga Aceh serta tiga anaknya terlantar di Malaysia, dirinya segera menggali informasi asal suaminya tersebut.
Ia kemudian berhasil terhubung dengan perangkat Desa Uteun Geulinggang, daerah asal suami Amelia.
Menurut Haikal, pengakuan perangkat desa dan keluarga SF bahwa mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Sudah terhubung dengan mereka. Memang kata perangkat desa keluargnya sangat kurang mampu,” tutur Haikal.
Namun sebagai warga Aceh yang berada di Malaysia, dirinya tak tega untuk membiarkan Amelia bersama tiga anaknya terluntang-lantung di negeri orang tanpa sanak saudara.
Baca juga: Gadis Aceh Tenggara Alami Gangguan Jiwa di Malaysia, Dirawat oleh Warga Flores, Butuh Biaya Pulang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Bireuen-Bersatu-Aceh-Malaysia-Haikal-menemui-Amelia.jpg)