Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Timur

Tak Diberi Pinjaman Uang, Pekerja Tega Bacok Pemilik Kebun Karet di Aceh Timur

Tiba-tiba pelaku marah dan langsung memukul korban dengan menggunakan bagian tumpul parang di bagian kepala korban hingga berulang kali di gubuk kebun

Penulis: Zubir | Editor: Nurul Hayati
Foto Humas Polres Langsa
Korban Mawardi saat dirawat sementara di Puskesmas Rantau Seulamat sebelum dirujuk ke RSUD Langsa, pada Jumat (12/8/2022) malam. 

Tiba-tiba pelaku marah dan langsung memukul korban dengan menggunakan bagian tumpul parang di bagian kepala korban hingga berulang kali, di gubuk kebun karet dimana selama ini korban tinggal sementara.

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINES.COM, LANGSA - Seorang pekerja kebun tega membacok teman dimana ia menerima upah sebagai penderes pohon karet, lantaran tidak diberi pinjaman uang Rp 500 ribu. 

Pelaku nekat membacok korban karena sedang membutuhkan uang untuk biaya persalinan dan hendak menjenguk istrinya yang baru beberapa hari melahirkan di kampungnya di Kutacane, Aceh Tenggara. 

Kasus pembacokan atau curas (pencurian dengan kekerasan) itu terjadi di Dusun Alur Jerok Desa Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur (wilkum Polres Langsa), Jumat (12/8/2022) pukul 18.00 WIB.

Akibat kajadian itu, korban Mawardi (47) yang beralamat di Dusun Alur Baong, Desa Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang mengalami luka bacok dengan sisi tumpul parang di bagian kepala. 

Sedangkan pelaku berinisial TN (30) warga Desa Kutam Baru , Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, selama ini tinggal Dusun Alue Jerok Desa Alue Tuwi.

Hal itu disampaikan Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Rantau Selamat Ipda T Sulaiman, Sabtu (13/8/2022).

Kronologis kejadiannya, terang Kapolsek, pada Jumat (12/8/2022) pukul 18.00 WIB korban baru saja memberikan upah kerja kepada tersangka TN senilai Rp 200.000.

Waktu itu pelaku meminjam uang kepada korban Rp 500.000 untuk dikirim kepada istrinya yang baru saja selesai bersalin.

Akan tetapi, korban hanya dapat memberikan uang Rp 200.000.

Baca juga: Sudah Diberi Tumpangan Menginap hingga Dikasih Makan, Tamu di Pandeglang Malah Bacok Pemilik Rumah

Tiba-tiba pelaku marah dan langsung memukul korban dengan menggunakan bagian tumpul parang di bagian kepala korban hingga berulang kali, di gubuk kebun karet dimana selama ini korban tinggal sementara.

Setelah menganiaya korban, pelaku langsung kabur dengan merampas uang milik korban Rp 1.500.000 dan satu unit sepmor Honda Revo warna merah milik korban.

Korban yang bersimbah darah ditinggal begitu saja oleh pelaku.

Sore itu, korban coba berjalan sekitar lebih kurang 1 Km menuju daerah permukiman warga Desa Alu Tuwi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved