Salam
Bawa Anak ke Pantai, Orangtua Jangan Santai
Empat bocah yang sedang asyik mandi di pantai depan pabrik semen Lhoknga, Aceh Besar, terseret ombak besar yang datang tiba-tiba
Empat bocah yang sedang asyik mandi di pantai depan pabrik semen Lhoknga, Aceh Besar, terseret ombak besar yang datang tiba-tiba, pada Minggu (14/8/2022) petang.
Polisi mengatakan, seorang meninggal, dua selamat dan seorang lainnya belum ditemukan hingga beberapa jam setelah kejadian.
Tragedi itu menambah panjang daftar korban yang meninggal akibat teseret gelombang besar yang sering datang tiba-tiba di kawasan itu.
Kondisi alam seperti ini harusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah, khususnya para pengelola kawasan wisata serta masyarakat yang sering berwisata ke pantai.
Pemerintah harus memikirkan bagaimana menyediakan atau merekomendasikan lokasi-lokasi pantai yang aman bagi anak-anak untuk berenang air laut.
Sebetulnya, ini persoalan yang sangat klasik bagi pemerintah kabupaten dan kota di Aceh.
Hampir setiap akhir pekan selalu saja ada korban yang maut di pantai, bukan hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Dan, lebih parah lagi, pada musim liburan, jumlah korban yang mengalami musibah di pantai-pantai biasanya meningkat.
Ini bukan saja terjadi di pantai-pantai kawasan Aceh Besar, tapi di pantai-pantai kabupaten/kota lainnya juga sering terjadi hal yang sama.
Karena itu, sekali lagi pemerintah harus secara serius memikirkan bagaimana cara agar masyarakat dapat berwisata pantai secara aman, terutama bagi anak-anak yang suka berenang di pantai.
Baca juga: Korban Tenggelam di Pantai Lhoknga Terus Berjatuhan, Begini Warning Kepala Basarnas Banda Aceh
Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Bocah Tenggelam di Pantai Lhoknga belum Ditemukan, SAR Sisir Laut Sejauh 2 Mil
Bagi masyarakat, berwisata saat ini benar-benar sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup.
Berwisata alam, sering dijadikan sebagai obat dari kejenuhan akibat padatnya pekerjaan dan hiruk pikuk kehidupan perkotaan.
Healing, begitu istilah sekarang.
Di antara tempat tujuan wisata adalah wilayah perairan.
Pantai, danau, dan sungai, bahkan waduk beserta pemandangannya menjadi penarik orang berwisata.
Dan, beragam aktivitas seru pun mendukung wisata perairan menjadi destinasi yang serba ada.
Akan tetapi, di balik keuntungan holistik dari wisata perairan itu, ada risiko kecelakaan atau bencana yang perlu diantisipasi dan dimitigasi.
Musibah seperti wisatawan terbawa arus, tenggelam, atau bahkan kecelakaan terkait teknis infrastruktur menjadi kasus yang kerap terjadi.
Penyebabnya beragam, mulai dari human error atau kelalaian wisatawan yang tidak mematuhi aturan, hingga kelalaian petugas/pengelola yang tidak memastikan keamanan lokasi dan alat-alat wahana yang akan digunakan.
Kita tak mau bicara soal hak wisatawan dalam UU Kepariwisataan, sebab lokasi-lokasi wisata alam di Aceh umumnya dikelola secara amatiran.
Yang ada di sana hanya penjual makanan dan minuman, tak ada lifeguard atau petugas penjaga keselamatan di pantai.
Juga jarang ada rambu-rambu yang memberi peringatan bagi wisatawan atau pengunjung pantai.
Di sisi lain, berwisata ke alam memang kadang membuat perasaan hanyut dalam keindahan alam, serta aktivitas seru yang membuat banyak orang menjadi lalai.
Terkadang asyiknya menikmati alam dan berkegiatan membuat pengunjung abai terhadap adanya ancaman yang bisa muncul tiba-tiba.
Misalnya pada wisata pantai, ombak tinggi atau batas diperbolehkan berenang sering diacuhkan wisatawan.
Para orangtua yang membawa anak-anaknya ke pantai sering lupa mengawasinya.
Padahal, setiap kali ada tragedi yang merenggut nyawa anak-anak di pantai-pantai, selalu diingatkan agar berhati-hati, apalagi pada musim-musim tertentu.
Makanya, kali ini pun kita mengingatkan lagi bahwa setiap kali membawa anak-naka ke pantai, apalagi untuk berenang, maka orang tua tidak boleh santai, Harus mengawasinya secara serius.
Ini penting, mengingat hingga kini umumnya lokasi-lokasi wisata panati di Aceh belum tersedia lifeguard yang siaga di sana.
Nah?!
Baca juga: Laut Lhoknga Kembali Telan Korban, 4 Anak Terseret Arus Saat Mandi, 1 Meninggal dan 1 Masih Hilang
Baca juga: Pemancing yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Lhoknga, Bernama Nazaruddin Warga Lingom