Berita Jakarta
Siap-siap! Pemerintah Beri Sinyal Naikkan Harga BBM Subsidi, Kucurkan Bansos untuk Masyakarat Bawah
Praktis, ini menjadi sinyal kalau BBM jenis Pertalite yang selama ini masih disubdisi pemerintah akan segera naik.
Praktis, ini menjadi sinyal kalau BBM jenis Pertalite yang selama ini masih disubdisi pemerintah akan segera naik.
SERAMBINEWS.COM – Lonjakan harga minyak dunia imbas perang Rusia-Ukraina dan gejolak global, membuat subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang digelontorkan pemerintah kian membengkak.
Besarnya tanggungan subsidi BBM yang angkanya mencapai Rp 500 triliun lebih itu, makin memberatkan APBN.
Tak pelak, pemerintah pun mulai berhitung untuk menaikkan harga BBM untuk mengurangi sedikit beban APBN.
Praktis, ini menjadi sinyal kalau BBM jenis Pertalite yang selama ini masih disubdisi pemerintah akan segera naik.
Rencana kenaikan harga Pertalite ini bahkan mulai disuarakan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono.
Namun begitu, menurut Susiwijono, rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut tidak akan terlalu tinggi.
Baca juga: VIDEO Harga BBM Pertalite Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos
"Kalau pun naik, kita akan buat jangan terlalu berat," ujar Susiwojono di Gedung Sarinah, Senin (15/8/2022).
Sampai saat ini, belum diketahui kapan dan berapa rencana kenaikan harga Pertalite yang saat ini masih dibanderol Rp7.650 per liter, di SPBU Pertamina.
Susiwojono mengatakan, perhitungan kenaikan harga BBM masih dilakukan kementerian dan lembaga terkait.
"Semua sedang dihitung, kalau naik nanti kontribusi ke inflasinya berapa, karena akan dorong inflasi," urai Susiwijono.
Diakuinya, rencana kenaikan harga Pertalite imbas dari tingginya harga minyak dunia yang menjadi beban APBN.
"Space APBN kita kan sudah cukup. Mungkin supaya harga jualnya ini tidak perlu tinggi antara harga jual dengan keekonomian yang saat ini tinggi sekali. Kita sedang hitung," ujarnya.
Baca juga: Harga BBM Bakal Naik Lagi, Kepala BPKM Minta Rakyat Persiapkan Diri
Namun begitu, tukas Susiwijono, jikapun BBM terpaksa naik, pemerintah akan menyiapkan bantuan sosial (bansos) sebagai kompensasi.
Target utama bansos itu adalah masyarakat menengah ke bawah yang akan terdampak langsung kenaikan BBM.
"Kalau ada kenaikan harga, kita siapkan bansos-bansos lagi dan ini lebih fair," pungkasnya.(*)