Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Serangan Terhadap Ulama Meningkat di Iran, Dipicu Kemarahan Publik Atas Hidup Makin Sulit

Serangan terhadap ulama terus meningkat di Iran dalam beberapa bulan terakhir ini.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengumpulkan para ulama di Teheran. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Serangan terhadap ulama terus meningkat di Iran dalam beberapa tahun terakhir ini.

Hal itu didorong oleh hidup makin sulit akibat perekonomian negara yang makin hancur, lapor harian Iran Radio Farda, Rabu (17/8/2022).

Iran telah melaporkan beberapa insiden serangan fisik terhadap ulama.

Banyak pejabat agama mengatakan tidak lagi mengenakan jubah atau sorban di depan umum untuk menghindari menjadi sasaran massa.

Sebanyak dua lusin ulama diserang dengan kekerasan, tiga di antaranya tewas dan dua dibutakan matanya.

Serangan baru-baru ini juga menargetkan ulama tingkat rendah yang telah berusaha menegakkan aturan agama yang ketat di depan umum seperti aturan jilbab.

Baca juga: Oposisi Iran di Washington Sebut Hasutan Rezim Khamenei Selama 30 Tahun Sudah Berhasil

Banyak orang Iran tidak bisa lagi mentolerir ulama yang memaksakan gaya hidup reaksioner pada orang lain.

Radio Farda mengutip ulama pembangkang yang berbasis di Teheran, Abolfazl Najafi-Tehrani.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah menyaksikan kebencian dan kemarahan orang orang, khususnya para ulama yang mengikuti kebijakan negara,” kata Najafi-Tehrani.

Dia menambahkan sistem pemerintahan berdasarkan agama dan campur tangan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat telah memicu kebencian terhadap ulama dan pejabat pemerintaha.

Menurut laporan itu, Iran juga marah atas fakta bahwa sejumlah besar anggaran negara terus dihabiskan untuk seminari.

Baca juga: Pria Penyerang Jurnalis Wanita Iran-Amerika Terbukti Rencanakan Pembunuhan

Dimana, sanksi AS melumpuhkan yang telah menjerumuskan ratusan orang di negara itu ke dalam kemiskinan.

"Protes di seluruh negeri menjadi bukti orang Iran menuntut penarikan ulama agar tidak campur tangan dalam kehidupan masyarakat,” kata Najafi-Tehrani.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved