Minggu, 3 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Biskuit Berlogo Kemenkes Diduga Berjamur, Dua Balita di Lhokseumawe Sempat Muntah

Bahkan dilaporkan, ada dua orang balita di desa tersebut sempat muntah hingga demam, setelah menkonsumsi biskuit yang diduga telah berjamur tersebut.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Ketua Peutuha Peut Desa Meuria Paloh memperlihatkan biskuit yang diduga telah berjamur dan kemasannya berlogo Kemenkes. 

Bahkan dilaporkan, ada dua orang balita di desa tersebut sempat muntah hingga demam, setelah menkonsumsi biskuit yang diduga telah berjamur tersebut.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Beberap bungkus biskuit untuk balita berlogo Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dibagikan di Posyandu Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, diduga telah berjamur.

Bahkan dilaporkan, ada dua orang balita di desa tersebut sempat muntah hingga demam, setelah menkonsumsi biskuit yang diduga telah berjamur tersebut.

Sesuai informasi dar Ketua  Peutuha Peut Gampong Meuria Paloh, Muhammad MY, mereka sejauh ini sudah mendapatkan laporan dari empat orang tua balita yang mendapatkan biskuit yang diduga telah berjamur tersebut.

Dua diantaranya sempat mengkosumsi biskuit itu dan dua lagi tidak sempat mengkosumsi karena lebih dulu dilihat oleh orang tuanya.

Sehingga dua balita yang sempat mengkosumsi biskuit yang diduga telah berjamur tersebut, sempat muntah dan demam.

Muhammad My, kepada Serambinews.com, Kamis (18/8/2022), menceritakan, pelaksanaan Posyandu oleh petugas Puskesmas Muara Satu berlangsung di desanya pada Kamis (15/8/2022) pagi.

Saat itu, dibagikan biskuit balita yang di kemasannya ada logo Kemenkes RI.

Dimana biskuit tersebut berupa makanan tambahan balita untuk usia 6-59 bulan dengan  katagori kurus.

Disamping juga dibagikan susu.

Baca juga: Simak Tips Menyimpan Roti Tawar Agar Tidak Cepat Berjamur, Ternyata Sangat Sederhana

Namun pada  sore harinya atau pada pukul 15.00 WIB, pihak aparat desa telah menerima laporan adanya warga yang menemukan  roti yang dibagikan tersebut berjamur dan belum sempat dikosumsi oleh balita.

"Harapan dari warga pertama yang memberitahu kami, agar biskuit yang sama tidak dikosumsi oleh balita lainnya," kata Muhammad MY.

Namun sampai malam hari, pihaknya pun telah mendapatkan laporan dari empat warga.

Dua belum mengkosumsi roti yang diduga berjamur tersebut dan dua lagi sudah mengkosumsinya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved