Selasa, 5 Mei 2026

Rusia Tawarkan Minyak Murah, Indonesia Masih Pikir-pikir

Menurut pria yang beken disapa Sandi itu, harga minyak Rusia lebih murah 30 persen dari harga di pasar internasional.

Tayang:
File Anadolu Agency
Rusia tawarkan minyak murah untuk Indonesia. Foto ini saat Presiden RI Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada kunjungannya ke Kremlin, Rusia 30 Juni 2022. 

Menurut hitungan reuters, terdapat kenaikan 38 persen pendapatan ekspor energi Rusia tahun ini.

Negeri yang dipimpin Putin itu diperkirakan akan mengantongi $337,5 miliar (Rp 5.062 triliun, dengan kurs Rp 15.000/dolar) tahun ini untuk ekspor energi saja.

Lonjakan pendapatan, jika terwujud, akan membantu menopang ekonomi Rusia dalam menghadapi gelombang sanksi Barat.

Ini akan memberi Presiden Vladimir Putin uang tunai untuk mendanai pengeluaran militer atau untuk meningkatkan upah dan pensiun pada saat ekonomi jatuh ke dalam resesi dan inflasi mengikis standar hidup.

Tetapi ledakan pendapatan energi hanya sebagian mengkompensasi kerusakan akibat sanksi terhadap ekonomi secara keseluruhan.

“Dampak sanksi terhadap ekonomi Rusia sangat tidak merata. Di beberapa sektor, telah menjadi bencana besar, seperti industri mobil. Sektor minyak relatif tidak terluka untuk saat ini,” kata Janis Kluge, rekan senior di Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan.

Selain otomotif, ia menyebut TI dan keuangan sebagai dua sektor yang paling terpukul.

“Sektor-sektor ini memiliki hubungan paling kuat dengan Barat dan akibatnya paling menderita,” kata Kluge.

Dokumen kementerian memproyeksikan pendapatan ekspor energi akan berkurang menjadi $255,8 miliar tahun depan, masih lebih tinggi dari angka tahun 2021 sebesar $244,2 miliar.(aljazeera.com)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved