Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022

Sejarah Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF, Dihelat Sejak 1977 hingga Jepang Tuan Rumah 2022

Seiiring berjalannya waktu Kejuaraan Dunia Bulutangkis ini berkembang menjadi ajang paling bergengsi yang diikuti oleh 345 atlet.

Editor: Agus Ramadhan
BWF
Hingga saat ini, Hendra Setiawan dan Liliyana Natsir menjadi dua pemain dengan raihan gelar juara dunia terbanyak di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. 

Sejarah Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF, Dihelat Sejak 1977 hingga Jepang Tuan Rumah 2022

SERAMBINEWS.COM – Kejuaraan Dunia Bulutangkis atau BWF World Championships menjadi ajang paling bergensi bagi pemain.

Tahun ini, Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 dihelat di Tokyo, Jepang pada 22-28 Agustus 2022.

Indonesia mengirimkan 16 wakil dari lima sektor untuk berlaga di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022.

Wakil Indonesia yang berlaga di sektor tunggal putra diwakilkan oleh empat pemain andalannya yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto.

Baca juga: Daftar Peraih Gelar Juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis, Tak Ada Nama Marcus/Kevin, Ini Sebabnya

Sedangkan di sektor tunggal putri diwakilkan oleh Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.

Sementara di ganda putra Indonesia menurukan empat wakil, ganda putri tiga wakil dan ganda campuran tiga wakil.

Tak hanya itu, pemain top di masing-masing benua juga ikut dalam ajang paling bergensi sejak 1977 ini.

Kejuaraan Dunia BWF pertama kali diadakan pada tahun 1977 di Malmo, Swedia.

Seiiring berjalannya waktu Kejuaraan Dunia Bulutangkis ini berkembang menjadi ajang paling bergengsi yang diikuti oleh 345 atlet dan 47 asosiasi anggota negara pada edisi ke-20-nya

Peraih gelar perdana Kejuaraan Dunia Bulutangkis pada tahun 1977 ditorehkan oleh wakil Denmark, Lene Koopen yang memenangkan emas di sektor tunggal putri dan ganda putri.

Pada tahun 1980, Kota Jakarta Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis edisi kedua ini.

Mulanya acara Kejuaraan Dunia Bulutangkis ini diadakan 3 tahun sekali untuk mengisi tahun kosong antara Piala Thomas dan Piala Uber.

Kemudian pada tahun berikutnya kejuaraan ini diadakan 2 tahun sekali hingga berlanjut menjadi acara tahunan.

Ajang ini ditidakan ketika pada tahun tersebut dihelat pertandingan olahraga dunia, Olimpiade.

Baca juga: Anthony Ginting Bikin Jantungan di Hari Pertama Kejuaraan Dunia 2022, Chico Dibantai Wakil Malaysia

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved