Breaking News:

Syariat Islam

Wakil Ketua DPRK Dorong Pemkab Aceh Besar Perkuat Nilaii Syariat Islam dalam Setiap Program

Dinas Syariat Islam (DSI) kata dia, harus fokus ke pada isu-isu permasalahan seperti; kenakalan remaja, peningkatan sumber daya manusia (SDM) keagamaa

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Zulfikar Aziz mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk memperkuat nilai-nilai syariat Islam dalam setiap program. 

Laporan Indra Wijaya | Jantho 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Zulfikar Aziz mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk memperkuat nilai-nilai syariat Islam dalam setiap program.

Hal tersebut dikatakan Zulfikar lantaran, dalam kurun waktu 2022 saja ada beberapa kasus pelanggaran Syariat Islam di Aceh Besar.

Mulai dari judi online, pelecehan seksual, pemerkosaan serta pelaksanaan syariat Islam di lokasi wisata.

Perkuat Statemen Rektor UIN, Aktivis Dayah Akui Syariat Islam Aceh Harus Dievaluasi dan Diperkuat

Menurutnya, dengan penguatan Syariat Islam di setiap program yang dijalankan, nilai syariat dan agama semakin melekat di masyarakat.

Sebab, kata dia, hal tersebut juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya pemerkosaan terhadap anak dan kasus pelanggaran syariat lainnya.

"Sebab jika nilai agama dan syariat Islam mulai terkikis, tentu hal itu akan berdampak tidak baik di lingkungan masyarakat," kata Zulfikar kepada Serambinews.com, Senin (22/8/2022).

Terlebih lanjut dia, saat ini di kalangan anak muda, nilai-nilai Syariat Islam mulai terkikis. Perlu ada metode khusus, yang melahirkan inovasi dan kreativitas. Hal tersebut agar para anak muda di Aceh Besar, tidak memahami Syariat Islam dan artian sempit.

"Tapi buatlah menarik, misal membuat kegiatan yang berlandaskan nilai-nilai Syariat Islam. Mungkin juga harus disesuaikan dengan kondisi jaman sekarang," ujarnya.

Kata Zulfikar, pengajian untuk anak-anak muda juga perlu dikuatkan kembali. Hal tersebut agar anak muda di Aceh Besar, tidak terpengaruh dengan perubahan dan pengaruh dari budaya luar.

Hal tersebut harus disikapi dengan cepat. Agar kata dia, agar para anak muda dapat melihat Syariat Islam dalam perspektif menarik.

"Mereka melihat Islam ini menarik, meski mereka memang beragama Islam. Jangan sampai mereka buat jauh dari nilai Islam. Jadi perlu ada penguatan pembinaan di sekolah-sekolah," jelasnya.

Zulfikar yang juga Sekretaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Besar itu mengatakan, konsep pelaksanaan syariat islam di Aceh Besar harus disusun secara jelas dan komprehensif, jangan hanya sekedar mengacu kepada isu saja.

Sudah saatnya bergerak dari arah ceremonial ke arah yang lebih substantif.

Dinas Syariat Islam (DSI) kata dia, harus fokus ke pada isu-isu permasalahan seperti; kenakalan remaja, peningkatan sumber daya manusia (SDM) keagamaan dengan penguatan imam gampong, pelaksana fardhu kifayah, pemberantasan buta huruf arab, penguatan pendidikan berbasis agama seperti dayah dan balee beut.

"DSI sebagai leading sektor utama harus mampu menjembati seluruh SKPD terkait dakam mensinergiskan pelaksanaan syariat islam sesuai konsep strategis.Kita berharap seluruh SKPD lainnya mampu menerapkan program-program yg mengacu pada pelaksanaan syariat islam di Aceh Besar," pungkasnya.(*)

Rumah Mantan Keuchik di Nagan Raya Terbakar, Satu Mobil dan Dua Sepmor Ludes

LIVE UPDATE ACEH Senin (22/8/2022) Boat Pengantin Tenggelam Hingga Cabuli Anak Kandung

Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini Stabil, Berikut Rincian Harga per Mayamnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved