Berita Banda Aceh
Musisi Aceh Angkat Bicara Terkait Lagu Bungong Jeumpa Ciptaan Abraham Abduh
Mahrisal merasa informasi tersebut tidak sama dengan informasi yang selama ini diyakini oleh seniman dan musisi di Aceh.
Penulis: Subur Dani | Editor: Nur Nihayati
Mahrisal merasa informasi tersebut tidak sama dengan informasi yang selama ini diyakini oleh seniman dan musisi di Aceh.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahrisal Rubi, pencipta Himne Aceh angkat bicara terkait info beredar baru-baru ini yang menyebutkan lagu Bungoeng Jeumpa ciptaan Abraham Abduh.
Mahrisal yang sudah terjun dalam dunia musik, kesenian, dan budaya Aceh puluhan tahu lalu, mengaku baru mengetahui informasi lagu Bungong Jeumpa diciptakan Abraham Abduh tadi malam.
"Semalam saat mau mendengarkan komposisi terbaru lagu Bungoeng Jeumpa di YouTube, saya terkejut karena banyak konten YouTube yang mengcover lagu Bungoeng Jeumpa membubuhkan nama pencipta lagu tersebut adalah Abraham Abduh," katanya kepada Serambinews.com, Selasa (23/8/2022).
Baca juga: Pencipta Himne Aceh, Mahrisal Rubi Persembahkan Lagu untuk Kemanusiaan Covid-19
Menurutnya, bukan hanya di YouTube, tapi informasi itu juga beredar di media sosial, media online dan bahkan di situs pendidikan sebesar Brainly menyebutkan pencipta Lagu Bungoeng Jeumpa adalah Abraham Abduh.
Mahrisal merasa informasi tersebut tidak sama dengan informasi yang selama ini diyakini oleh seniman dan musisi di Aceh.
"Setahu saya sampai saat ini lagu tersebut merupakan folksong di Aceh atau noname," katanya.
Karena informasi tersebut, Mahrisal pun akhirnya mencari tahu siapa sebenarnya Abraham Abduh di Google dan bertanya ke beberapa tokoh musik.
"Ternyata tidak ada data yang lugas mengenai Abraham Abduh," kata Adek, panggilan akrab Mahrsisal.
Menurutnya, bila benar pencipta lagu Bungong Jeumpa adalah Abraham Abduh maka hal ini bisa menjadi catatan besar bagi sejarah musik di Aceh.
"Dan Pemerintah Aceh harus mensosialisasikan kembali ke masyarakat bahwa lagu Bungoeng Jeumpa adalah ciptaan Abraham Abduh," katanya.
Jika tidak, maka Pemerintah Aceh dan lembaga terkait harus turun tangan menyelamatkan hak moral dan aset masyarakat Aceh ini.
"Atau kita rela saja aset Aceh non fisik ini dibajak oleh orang lain?
Saya sebagai warga, musisi dan pengamat Lagu di Aceh butuh diperjelas mengenai hal ini sehingga catatan sejarah musik di Aceh nantinya tidak salah arah dan generasi Aceh bisa meneruskan kearifan lokal dengan autentik," pungkas Mahrisal Rubi.(*)
Baca juga: Hikayat Aceh Kolaborasi Musisi Sunda Buka Pentas Urban Art Bandung 2022
Baca juga: Jaksa Tolak Eksepsi Musisi Jerinx SID pada Kasus Dugaan Pengancaman Lewat Media Elektronik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f20220823sub3.jpg)