Internasional

Presiden Ukraina Minta Warga Siaga Tinggi, Rusia Akan Mencoba Serangan Lebih Buruk

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyerukan kewaspadaan dengan mengatakan Moskow dapat mencoba sesuatu yang lebih buruk lagi.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyerukan kewaspadaan dengan mengatakan Rusia dapat mencoba sesuatu yang lebih buruk lagi.

Dalam pidato melalui video, Zelenskiy mengatakan telah membahas semua ancaman dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, seperti dilansir Reuters, Senin(22/8/2022).

Bahkan, katanya, kabar telah dikirim juga ke para pemimpin dunia lainnya termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

"Semua mitra Ukraina telah diberitahu tentang apa yang dapat disiapkan negara teroris minggu ini," kata Zelenskiy, merujuk pada Rusia.

The Financial Times, dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Senin (22/8/2022) mengutip Gennady Gatilov, Duta Besar Moskow untuk PBB di Jenewa, yang mengatakan Erdogan mencoba memfasilitasi dialog.

Baca juga: Warga Berjalan-Jalan di Atas Tank Tentara Rusia, Ukraina Gelar Pameran Kendaraan Tempur

Namun dia menepis spekulasi tentang pembicaraan antara Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia mengatakan tidak ada platform praktis untuk mengadakan pertemuan ini.

Putin memerintahkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi tetangganya yang lebih kecil dan melindungi komunitas berbahasa Rusia.

Ukraina dan pendukung Barat menuduh Moskow mengobarkan perang penaklukan bergaya kekaisaran.

Pihak berwenang Rusia sedang menyelidiki dugaan serangan bom mobil di luar Moskow yang menewaskan putri Alexander Dugin.

Seorang ideolog Rusia ultra-nasionalis yang mendukung Rusia menyerap Ukraina.

Baca juga: Serangan Rusia Telah Merugikan Ukraina Sampai Rp 1.685Triliun, Ribuan Bangunan Hancur

Sementara penyelidik Rusia sedang mempertimbangkan semua versi untuk menetapkan siapa yang bertanggung jawab,

Kementerian Luar Negeri Rusia berspekulasi mungkin ada hubungan dengan Ukraina, sesuatu yang dibantah oleh penasihat Zelenskiy.

"Ukraina, tentu saja, tidak ada hubungannya dengan ini karena kami bukan negara kriminal, seperti Federasi Rusia, dan terlebih lagi kami bukan negara teroris," kata Mykhailo Podolyak di televisi Ukraina.

Dia menunjukkan insiden itu sebagai balasan Karmik untuk pendukung invasi Moskow.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved