Internasional
AS Peringatkan Pebisnis Turki, Sanksi Siap Dijatuhkan Jika Terus Berdagang dengan Rusia
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan keras ke pengusaha Turki.
SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan keras ke pengusaha Turki.
Asosiasi bisnis utama Turki telah mengkonfirmasi menerima surat dari Departemen Keuangan AS yang memperingatkan sanksi jika terus melakukan bisnis dengan Rusia.
Washington semakin khawatir, pemerintah dan pengusaha Rusia menggunakan Turki untuk menghindari pembatasan keuangan dan perdagangan Barat sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerjasama ekonomi pada pertemuan puncak di resor Laut Hitam Sochi awal bulan ini.
Data resmi menunjukkan nilai ekspor Turki ke Rusia dari Mei sampai Juli 2022 naik hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu.
Impor minyak Rusia ke Turki membengkak dan kedua belah pihak sepakat untuk beralih ke pembayaran rubel untuk gas alam yang diekspor oleh raksasa Kremlin, Gazprom.
Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo melakukan kunjungan langka ke Ankara dan Istanbul pada Juni 2022.
Kunjungan itu untuk mengungkapkan kekhawatiran Washington, oligarki Rusia dan pengusaha besar menggunakan entitas Turki untuk menghindari sanksi Barat.
Baca juga: Yunani Berencana Perpanjang Pagar Perbatasan dengan Turki
Anggota NATO Turki yang berhubungan baik dengan Moskow dan Kiev telah mencoba tetap netral dalam konflik dan menolak bergabung dengan sanksi internasional.
Adeyemo menindaklanjutinya dengan sepucuk surat kepada asosiasi bisnis TUSIAD Turki dan Kamar Dagang Amerika di Turki yang memperingatkan perusahaan dan bank dalam bahaya.
TUSIAD mengatakan dalam sebuah pernyataan surat telah diteruskan ke Kementerian Luar Negeri dan Keuangan Turki.
Isi surat itu pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal minggu ini.
“Setiap individu atau entitas yang memberikan dukungan material kepada orang-orang yang ditunjuk AS berisiko terkena sanksi AS,” tulis Adeyemo.
Bank-bank Turki tidak dapat berharap untuk menjalin hubungan yang sesuai dengan bank-bank Rusia yang terkena sanksi.
Baca juga: Darya Dugina Tidak Dikenal Luas di Rusia, Amerika Serikat Sudah Jatuhkan Sanksi Sejak Maret 2022
Termasuk mempertahankan hubungan yang sesuai dengan bank-bank global utama serta akses ke dolar AS dan mata uang utama lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Turki-dan-Rusia-di-Sochi.jpg)