Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Pemkab Aceh Tamiang Remajakan Ribuan Hektare Tanaman Kakao

Pemkab Aceh Tamiang akan meremajakan dua ribu hektare tanaman kakao untuk mengembalikan kejayaan tanaman ini

Editor: bakri
Dok Humas
Bupati Aceh Tamiang Mursil saat menanam kakao di lahan percontohan Kampung Bundar, Rabu (24/8/2022). 

KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang akan meremajakan dua ribu hektare tanaman kakao untuk mengembalikan kejayaan tanaman ini.

Kepastian ini terungkap dalam Duek Pakat Kakao Aceh IX yang dilangsungkan di lahan percontohan tanaman kakao Kampung Bundar, Karangbaru, Aceh Tamiang.

Duek Pakat Ke-9 ini dihadiri Bupati Aceh Tamiang, Mursil, sejumlah pejabat dari tingkat nasional, provinsi dan seluruh pegiat perkebunan kakao yang tergabung dalam Forum Kakao Aceh (FKA).

“Aceh Tamiang saat ini memiliki lahan kakao dua ribu hektare, kalau lihat kondisi buahnya, memprihatinkan,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil.

Mursil mengungkapkan, kondisi buah yang tidak bagus ini dipengaruhi usia tanaman yang umumnya sudah di atas 20 tahun dan minimnya perhatian dari pekebun.

Dia berharap campur tangan kementerian dan provinsi bisa memperbaiki kondisi ini.

“Dua daswarsa lalu, kakao Aceh sangat terkenal, harapan kita ini harus dikembalikan,” kata Mursil.

Seharusnya kata dia, perkebunan kakao bisa bersanding dengan perkebunan kelapa sawit yang telah menjelma menjadi penopang perekonoian masyarakat.

Apalagi perawatan tanaman kakao dinilainya lebih mudah dibandingkan sawit.

“Untuk lokasi saja kayaknya tidak harus khusus seperti sawit, kakao bisa memanfaatkan halaman rumah,” ungkapnya.

Baca juga: Distanbun Aceh Salur Insektisida Nabati Bantuan Kementan kepada Petani Kakao 3 Daerah Ini

Baca juga: Pijay Galakkan Gerakan Massal Pemangkasan Kakao

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah mengakui produksi kakao mengalami penurun akibat usia tanaman tua.

Melalui peremajaan ini, seluruh tanaman tua akan diremajakan untuk menunjang produktivitas buah.

“Kondisi hari ini tanaman sudah tua, sehingga produktivitas menurun, butuh perhatian semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Cut.

Koordinator Tanaman Penyegar Ditjen Perkebunan Kementan RI, Gento Widayanto yang hadir dalam kegiatan ini menjelaskan peremajaan ini harus diawasi ketat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved