Breaking News:

Internasional

Operasi Militer Israel Telah Tewaskan 85 Warga Palestina, Paling Mematikan Sejak 2016

Sebanyak 85 warga Palestina tewas di Tepi Barat dalam sepanjang tahun ini. Hal itu akibat pasukan Israel melakukan serangan malam di kota-kota besar

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seratusan warga membawa jenazah komandan Brigade Martir Al-Aqsa, Ibrahim al-Nabulsi, yang tewas dalam serangan Israel jelang dimakamkan di Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, Selasa (9/82022). 

SERAMBINEWS.COM, TUBAS - Sebanyak 85 warga Palestina tewas di Tepi Barat dalam sepanjang tahun ini.

Hal itu akibat pasukan Israel melakukan serangan malam di kota-kota besar, kecil dan desa, menjadikannya yang paling mematikan di wilayah pendudukan sejak 2016.

Militer Israel mengklaim sebagian besar target adalah militan atau pelempar batu yang membahayakan tentara.

Dilansir AFP, Senin (29/8/2022), penghitungan dari Kementerian Kesehatan Palestina, termasuk warga Palestina yang melakukan serangan mematikan di dalam wilayah Israel.

Tetapi itu juga mencakup beberapa warga sipil, termasuk seorang jurnalis veteran dan seorang pengacara yang tampaknya tanpa disadari mengemudi ke zona pertempuran.

Serta para pemuda setempat yang turun ke jalan sebagai tanggapan atas invasi lingkungan mereka.

Panjang dan frekuensi serangan telah menarik fokus taktik Israel di Tepi Barat.

Baca juga: Mural Mata Raksasa Menjadi Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Palestina di Jerusalem Timur

Di mana hampir 3 juta warga Palestina hidup di bawah pendudukan selama beberapa dekade dan warga Palestina memandang kehadiran militer sebagai penghinaan dan ancaman.

Pasukan Israel secara teratur beroperasi di Tepi Barat sejak Israel merebut wilayah itu pada tahun 1967.

Israel mengatakan sedang membongkar jaringan militan yang mengancam warganya, dan mereka melakukan segala upaya untuk menghindari melukai warga sipil.

Warga Palestina mengatakan serangan itu untuk mempertahankan kekuasaan militer Israel selama 55 tahun atas wilayah yang mereka inginkan untuk negara masa depan.

Sebuah mimpi yang tampak terpencil seperti sebelumnya, tanpa negosiasi perdamaian serius yang diadakan dalam lebih dari satu dekade.

Israel meningkatkan operasi musim semi lalu setelah serangkaian serangan mematikan oleh warga Palestina terhadap warga Israel menewaskan 17 orang.

Baca juga: Palestina Tuduh Israel Ingin Alihkan Perhatian, Pembantaian Warga Sipil Tanpa Henti

Beberapa dilakukan oleh pejuang bersenjata dari Tepi Barat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved