Breaking News:

Berita Banda Aceh

GM PLN Aceh Silahturahmi dengan Pj Gubernur Aceh, Paparkan Kondisi Kelistrikan

Parulian Novriandi menjelaskan, kelistrikan di Aceh dalam kondisi yang sangat kondusif. Hal ini karena kapasitas daya listrik berada jauh di atas...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Parulian Novriandi melakukan kunjungan silahturahmi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, pada Senin (29/8/2022). 

Parulian Novriandi menjelaskan, kelistrikan di Aceh dalam kondisi yang sangat kondusif.  Hal ini karena kapasitas daya listrik berada jauh di atas kebutuhan listrik masyarakat.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Parulian Novriandi melakukan kunjungan silahturahmi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, pada Senin (29/8/2022).

Dalam kunjungan ini, pihak PLN dan Pj Gubernur Aceh, mendiskusikan terkait kondisi terkini kelistrikan di Aceh dan upaya sinergitas PLN dengan pemerintah kedepannya.

Parulian Novriandi menjelaskan, kelistrikan di Aceh dalam kondisi yang sangat kondusif. 

Hal ini karena kapasitas daya listrik berada jauh di atas kebutuhan listrik masyarakat.

“Dalam kondisi normal dengan daya mampu sebesar 530 MW, dan beban puncak tertinggi di tahun 2022 sebesar 436 MW, artinya masih ada surplus daya sekitar 94,29 MW untuk mendukung kebutuhan listrik di Aceh,” Ujar Noviandri.

Katanya, pasokan tersebut salah satunya disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya dengan kapasitas berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) dan PLTMG Arun dengan daya 430 MW.

“Apalagi pada tahun 2023 mendatang akan ada tambahan pembangkit Nagan Raya 3 dan 4, sebesar 2x200 MW dan juga PLTA Peusangan sebesar 88 MW,” tambahnya.

Baca juga: Demo Mahasiswa di DPRK Lhokseumawe, "Mahar Boleh Naik, BBM & Listrik Jangan"

Dalam kesempatan tersebut, Novriandi juga menjelaskan tentang sejumlah tower listrik tegangan tinggi yang kondisinya terancam roboh akibat aktivitas penggalian tanah di sekitar tapak penyangga tower  Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Tower tersebut terancam roboh karena penggalian dan pengambilan tanah urukan di sekitar tapak penyangga tower. 

Masyarakat tidak menggali langsung tanah di areal tapak tower yang telah dibebaskan PLN, tetapi mengeruk tanah di areal sendiri dan di garis batas tapak tower.

“Masyarakat menggali dan mengambil tanah di dalam area miliknya sendiri, namun karena digali hingga garis batas tapak tower, maka berpotensi terjadi longsor akibat tergerus,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki siap mendukung dan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Parulian Novriandi juga menjelaskan, terkait tunggakan rekening Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa kabupaten/kota yang mencapai Rp 25,7 miliar.

“Kami sangat mengharapkan bantuan bapak untuk membantu penyelesaian tunggakan PJU di beberapa Pemda Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Hal tersebut disambut positif Pj Guberbur Aceh yang menyatakan kesiapannya untuk membicarakan hal tersebut dengan pemerintah daerah yang masih menunggak. (*)

Baca juga: HMI Demo DPRK Lhokseumawe, Tolak Kenaikan Harga BBM dan Listrik

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved