Internasional
Kapal Pengangkut Gandum dari Ukraina Tinggalkan Pelabuhan Laut Hitam Menuju Yaman
Kapal pengangkut gandum dari Ukraina telah meninggalkan pelabuhan Laut Hitam menuju Yaman pada Selasa (30/8/2022).
SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Kapal pengangkut gandum dari Ukraina telah meninggalkan pelabuhan Laut Hitam menuju Yaman pada Selasa (30/8/2022).
Pengiriman bantuan makanan kemanusiaan itu merupakan yang kedua kali sejak invasi Rusia ke Ukraina, kata Program Pangan Dunia (WFP) dalam sebuah pernyataan.
Kapal kargo MV Karteria berangkat dari pelabuhan Laut Hitam Yuzhny dan akan berhenti di Turki untuk memproses biji-bijian menjadi tepung gandum,m kata badan PBB itu.
Ekspor gandum Ukraina telah merosot sejak dimulainya perang pada 24 Februari 2022 karena penutupan pelabuhan.
Sehingga, menaikkan harga pangan global dan meningkatkan kelaparan di beberapa bagian termiskin di dunia.
Kesepakatan yang ditengahi oleh Turki dan PBB pada Juli 2022, membantu membuka blokir.
Baca juga: Benarkah Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat karena Gandum Mahal? Ini Kata Mendag & Direktur Indofood
Sejauh ini sekitar 1,5 juta ton produk pertanian telah diekspor melalui inisiatif Laut Hitam, kata Ukraina.
Namun, dengan rekor 345 juta orang di 82 negara menghadapi kerawanan pangan akut, hanya sebagian kecil dari total ekspor yang merupakan bantuan kemanusiaan.
Pengiriman pertama menuju Ethiopia, melalui Djibouti.
Tahun lalu Yaman menerima hampir setengah dari impor gandumnya dari Ukraina dan Rusia.
Saat ini sekitar 17 juta orang di Yaman menderita kelaparan akut dan bantuan kemanusiaan sebesar $ 4,27 miliar saat ini hanya didanai 42 persen, kata PBB.
“Sangat penting untuk mendapatkan komoditas mengalir kembali ke Yaman), terutama biji-bijian untuk tujuan kemanusiaan dan komersial,” kata Direktur WFP untuk Yaman Richard Ragan.
"Ini penting untuk menjaga harga tetap stabil," jelasnya.(*)
Baca juga: Kapal Kargo Rusia Pengangkut Gandum Curian dari Ukraina Tiba di Pelabuhan Suriah