Breaking News:

Internasional

Pengadilan Iran Jebloskan ke Penjara Dua Pria Swedia, Dituduh Menyelundupkan Narkoba

Pengadilan Iran, Rabu (30/8/2022) menjatuhkan hukuman delapan dan lima tahun penjara kepada dua pria Swedia.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pengacara melihat turis Prancis di dalam penjara Vakilabad, Kota Masyhad, Iran. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pengadilan Iran, Rabu (30/8/2022) menjatuhkan hukuman delapan dan lima tahun penjara kepada dua pria Swedia.

Mereka dituduh terbukti menyelundupkan narkoba, kata juru bicara kehakiman Massoud Setayeshi.

Keduanya, Stephen Kevin Gilbert dan Simon Kasper Brown, ditangkap pada Juli 2020 di sebuah bandara di Teheran saat akan meninggalkan negara itu, kata Setayeshi.

“Simon Kasper Brown, seorang warga negara Swedia, dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan didenda karena mengangkut lebih dari 21.000 pil tramadol ilegal, obat penghilang rasa sakit opioid, kata Setayeshi.

"Stephen Kevin Gilbert, warga negara lain dari negara ini, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, 60 cambukan dan denda, karena memiliki 9,8 kilogram resin opium," katanya.

Dilansir AFP, Iran dikenal sebagai jalur utama penyelundupan opium dan heroin dari negara tetangga Afghanistan, produsen opium terbesar dunia.

Baca juga: Iran Tumpas Kelompok Agama Bahai, 30 Orang Ditangkap, Puluhan Bangunan dan Tanah Disita

Pengadilan terhadap orang-orang itu yang dituduh sebagai bagian dari geng penyelundup narkoba internasional dibuka pada September 2021.

Pada Selasa (30/8/2022), otoritas kehakiman mengatakan kedua terpidana itu tidak ada hubungannya dengan warga Swedia lainnya.

Dimana, telah ditangkap pada Juli 2022 atas tuduhan spionase, yang identitasnya belum terungkap.

Penangkapan ini dilakukan dengan latar belakang ketegangan diplomatik antara Teheran dan Stockholm.

Setelah pengadilan Swedia menghukum seorang mantan pejabat Iran seumur hidup karena kejahatan perang selama eksekusi massal di republik Islam pada 1988.

Hamid Noury, mantan pejabat di peradilan Iran yang dituduh melakukan kejahatan perang atas pembunuhan tahanan di Iran selama tahun 1980-an, ditangkap di bandara Stockholm November 2019.

Baca juga: Polisi Iran Tangkap Pria Afghanistan, Pembunuh 10 Petani dengan Parang

Dia menerima hukuman seumur hidup dari pengadilan Swedia pada 14 Juli 2022.

Pemerintah menuduh bermotif politik dan telah menyerukan pembebasannya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved