Breaking News:

Berita Abdya

Kepala, Guru SD Penggerak di Abdya Dilatih Kurikulum Merdeka, Siswa Bebas Memilih dalam Pembelajaran

Kegiatan dalam rangka mewujudkan kurikulum merdeka ini diikuti 44 peserta di Aula SMP Negeri 1 Blangpidie, 30 Agustus hingga 1 September 2022.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Peserta pelatihan berfoto bersama usai mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka di Aula SMP Negeri 1 Blangpidie dan berakhir, Kamis (1/9/2022) 

Kegiatan dalam rangka mewujudkan kurikulum merdeka ini diikuti 44 peserta di Aula SMP Negeri 1 Blangpidie, Abdya, 30 Agustus hingga 1 September 2022.

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD) Penggerak dari sebelas SD di Kabupaten Aceh Barat Daya atau Abdya mengikuti pelatihan implementasi kurikulum merdeka (IKM).

Kegiatan dalam rangka mewujudkan kurikulum merdeka ini diikuti 44 peserta di Aula SMP Negeri 1 Blangpidie, Abdya, 30 Agustus hingga 1 September 2022.

Adapun pemateri dalam pelatihan ini dua intruktur nasional (IN) dari Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai pendamping sekolah penggerak, yaitu Ida Elva MPd dan Elliza Rahmi MPd.

Pemateri, Ida Elva kepada Serambinews.com mengatakan, kurikulum baru ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

"Kurikulum ini dibuat dengan tujuan pendidikan di Indonesia bisa seperti pendidikan di negara maju lainnya di mana siswa diberikan kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran," kata Elva.

Baca juga: Sambut Kurikulum Merdeka di Bidang Vokasi, SMKN 2 Banda Aceh Teken MoU dengan 40 IDUKA

Selain itu, katanya, kurikulum 2022 ini akan memudahkan guru dalam mendampingi peserta didiknya untuk menuju tujuan pendidikan yang diharapkan. 

Elva menjelaskan, pada awalnya kurikulum ini tidak langsung diterapkan, namun masing-masing sekolah diberikan kebebasan untuk memilih. Hal ini juga sebagai wujud merdeka dalam belajar.

"Keunggulan kurikulum merdeka akan berfokus pada peserta didik yang belajar sesuai dengan fasenya," ucap guru berprestasi tingkat nasional ini.

Jadi lanjutnya, setiap guru pun tidak akan terburu-buru dalam memberikan setiap pembelajaran.

Hal ini akan berdampak positif tentunya karena apa yang dibutuhkan oleh siswa akan dapat dipenuhi oleh guru melalui pembelajaran. 

Baca juga: Pelatihan Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 37 Berakhir, Cekgu Ingin Jadi Agenda Rutin

Sementara Elliza Rahmi menyampaikan, kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. 

Artinya konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved