Berita Banda Aceh
Banjir dan Longsor Landa Aceh, Warga Sapek Minta Dievakuasi
Hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir menimbulkan sejumlah dampak di berbagai kabupaten/kota di Aceh, mulai dari permukiman tergenang air
* Rumah Ambruk di Samadua
BANDA ACEH - Hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir menimbulkan sejumlah dampak di berbagai kabupaten/kota di Aceh, mulai dari permukiman tergenang air, tanah longsor, material menimbun badan jalan, hingga rumah ambruk diseret arus sungai.
Ada pula rumah tertimbun material longsoran. Sejumlah warga pun terpaksa mengungsi.
Seperti dilaporkan wartawan Serambi, hujan deras menyebabkan lima permukiman di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, tergenang banjir akibat luapan air sungai, Kamis (1/9/2022).
Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil mengatakan, lima permukiman yang tergenang banjir itu antara lain Suhom, Krueng Kala, Pudeng, Geunteut, dan Lam Sujen.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Meski begitu, kata Ridwan, dampak dari tingginya intensitas hujan telah mengakibatkan banjir luapan di beberapa desa di Kecamatan Lhoong.
Di Aceh Jaya, air setinggi 50 cm menggenangi badan jalan nasional di Lamno, Kecamatan Jaya.
Genangan air di badan jalan nasional itu menyebabkan lalu lintas di kawasan itu terganggu.
Baca juga: Empat Kecamatan di Aceh Selatan Dilanda Banjir dan Longsor
Baca juga: Material Longsor Tutupi Badan Jalan Nasional di Aceh Jaya, Begini Kondisinya
Sejumlah pengendara yang hendak melintas dari Banda Aceh atau menuju Banda Aceh via jalur Barat Selatan harus berhati-hati saat melintasi genangan banjir.
Minta boat untuk evakuasi
Hingga Kamis malam dilaporkan, setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, yang terkenang banjir.
Ketinggian air di lingkungan permukiman hingga satu meter.
Ketiga desa itu yakni Gle Putoh, Meudhen, dan Sapek.
Warga Sapek bahkan memohon dikirimkan boat untuk evakuasi mereka ke tempat yang lebih aman.
“Pak Keuchik Sapek berharap ada satu boat karet untuk evakuasi membawa warga keluar,” kata Kapolres Aceh Jaya AKBP Yudi Wiyono melalui Kapolsek Jaya Ipda Koko Khadafi, Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Hingga pukul 22.00 WIB evakuasi belum dilakukan.
Baca juga: Masuki Musim Peralihan, BMKG Imbau Warga Waspada Potensi Banjir dan Tanah Longsor
Namun, Ipda Koko mengaku sudah menyiagakan satu unit boat evakuasi mengingat hujan masih turun di kawasan itu.
Tertutup material longsor
Dampak hujan lebat juga terjadi di ruas jalan nasional, tepatnya di kawasan Gleu U, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya.
Material longsor menutupi badan jalan pada Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 16.000 WIB.
Hingga Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, material longsor masih memenuhi badan jalan.
Arus lalu lintas pun terganggu, karena hanya bisa melintas satu arah.
Kalak BPBK Aceh Jaya Fajri menyebut, mereka sedang melakukan pembersihan.
Empat kecamatan berdampak BPBD Kabupaten Aceh Selatan, menyebut, ada empat kecamatan yang tergenang banjir, yakni Kecamatan Tapaktuan, Samadua, Pasie Raja, dan Kluet Tengah.
Di Kecamatan Tapaktuan, selain banjir, satu unit rumah warga di Gampong Hilir tertimbun longsor, sementara di Gampong Gunung Kerambil pohon tumbang menutup badan jalan nasional Blangpidie-Subulussalam.
Ambruk diterjang banjir
Satu unit rumah sekaligus kedai kopi milik Fauzan (45) yang terletak di lokasi objek wisata kawasan Air Dingin, Gampong Batee Tunggai, Kecamatan Samadua, dilaporkan ambruk dihantam banjir luapan.
Baca juga: Hati-Hati, Jalan di Depan SMKN 8 Lhokseumawe Longsor, Sudah 10 Tahun Rusak
Cuaca ekstrem memang mengakibatkan debit air sungai meluap dan mengalir deras.
Camat Samadua, Yusman kepada wartawan di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa ambruknya satu unit rumah sekaligus kedai kopi terjadi sekira pukul 10.00 WIB.
"Bangunan itu ambruk pada saat penghuni rumah bergegas keluar.
Begitu Fauzan dan anak istri keluar dari rumah, sekejap mata rumah ambruk.
Seluruh harta benda yang ada di dalam rumah hancur terseret arus," ungkap Yusman.
Peristiwa naas ini, sebut Yusman, tidak menimbulkan korban jiwa.
Sedangkan kerugian yang dialami juga belum bisa ditaksir.
Saat ini korban Fauzan dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah penduduk terdekat.(i/rb/tz)
Baca juga: Aceh Masih Berpotensi Banjir dan Angin Kencang
Baca juga: Hujan Deras Sedari Siang, Lima Desa di Lhoong Tergenang Banjir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kondisi-jalan-nasional-yang-tertutup-material-longsor-di-aceh-jaya.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumahnya-amblas.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-nasional-di-kabupaten-aceh-jaya-tepatnya-di-lamno-banjir.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-melintas-dijalan-yang-sudah-tergenang-banjir-luapan-sungai-di-kawasan-kecamatan-lhoong.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-di-Jaya-1-September.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gampong-di-kecamatan-tapaktuan-kabupaten-aceh-selatan-terendam-banjir.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kondisi-banjir-di-beberapa-kecamatan-dalam-kabupaten-aceh-selatan-kamis-01092022.jpg)