Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ketum PSI Shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Giring: Dapat Banget Rasanya

Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha tiba di Aceh pada Jumat (2/9/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Ketum PSI Giring Ganesha berswafoto dengan Ketua DPW PSI Aceh Al Qudri dan wartawan Serambinews.com, Masrizal bin Zairi disela-sela makan siang di salah satu warung makan di Banda Aceh, Jumat (2/9/2022). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) Giring Ganesha tiba di Aceh pada Jumat (2/9/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kehadiran Giring ke Aceh untuk melantik pengurus DPW PSI Aceh periode 2019-2024 yang diketuai Al Qudri di Hotel Grand Aceh Lamdom, nanti malam.

Sebelum menghadiri acara pelantikan, Giring berkesempatan melakukan ziarah ke makam massal di Ulee Lheue, dan shalat jumat di Masjid Raya Baiturrahman.

Setelah itu, Giring dan rombongan melanjutkan makan siang disalah satu warung makan khas Aceh dengan menu kuah beulangong yaitu Lem Bakrie.

Disela-sela itu, Giring kepada wartawan Serambinews.com, Masrizal bin Zairi mengaku sudah empat kali datang ke Tanoh Rencong.

Baca juga: VIDEO Ketum PSI Giring Ganesha Tiba di Aceh, Shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman

Kedatangan sebelumnya dilakukan saat masih menjadi vokalis Nidji, band papan atas Indonesia yang telah mengharumkan namanya.

“Saya yang keempat kali ke sini. Saya selalu ingat, saat saya manggung di sini selaku spesial rasanya,” katanya didampingi Al Qudri.

“Tadi juga, berkat Bro Qudri, saya bisa shalat jumat di Masjid Raya. Ditarok di saf paling depan, padahal saya pengennya di saf belakang.”

“Tapi Bro Qudri, jangan ketum, ketum harus di saf depan, saf depan. Yaudah,” ungkap Giring sambil tertawa.

Baca juga: VIDEO Giring Ganesha Ingin Mencalonkan Diri Jadi Gubernur DKI Jakarta, Batal Maju Calon Presiden

Giring mengaku sangat bangga bisa shalat di masjid kebanggaan masyarakat Aceh.

“Saya ngerasa shalat di Masjid Raya dapat banget rasanya,” ucapnya.

“Apalagi di luar itu rasanya kayak di Madinah. Dulu pertama kali shalat di sini belum ada tu payung-payung, tahun 2007, 2008, belum ada,” kenangnya.

Untung tidak jadi imam pengganti?

“Makanya, saya mau pindah. Terus ditarik sama anggota kita. Nanti kalau imamnya salah, Bro Ketum harus ini (ganti jadi imam),” selorohnya sambil tertawa.(*)   

Baca juga: Ingat Kasus di Aceh Utara? Putri Candrawathi tak Ditahan Alasan Balita, YARA: Ini Lukai Keadilan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved