Breaking News:

Ingat Kasus di Aceh Utara? Putri Candrawathi tak Ditahan Alasan Balita, YARA: Ini Lukai Keadilan

Ingat kasus Isma Khaira di Aceh Utara? Ditahan bersama bayi yang masih menyusui. Putri Candrawathi tak ditahan, YARA sebut ini lukai keadilan

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Masih ingat kasus Isma Khaira di Aceh Utara? Ibu satu anak ini ditahan bersama bayi balitanya yang masih menyusui. Putri Candrawathi tak ditahan, YARA sebut ini lukai rasa keadilan. 

SERAMBINEWS.COM - Masih ingat kasus Isma Khaira (32) di Aceh Utara? Ibu satu anak ini ditahan bersama bayi balitanya yang masih menyusui.

Isma dihukum tiga bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon Aceh Utara pada 8 Februari 2021 lalu.

Isma dihukum karena melanggar UU ITE, mengunggah video pertengkaran pihak keluarganya dengan Keuchik Lhok Pu’uk Kecamatan Seunuddon saat itu.

Baca juga: Kisah Isma Khaira, Ibu yang Dipenjara Bersama Bayinya Berumur 6 Bulan karena Dijerat UU ITE

Sementara kini istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang merupakan tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, belum juga ditahan karena alasan kesehatan hingga pertimbangan tersangka masih memiliki balita.

Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA), Safaruddin menjelaskan, terkait penanganan tersangka dalam KUHP merupakan hak penyidik.

"Namanya diskresi (kebebasan mengambil keputusan), hak penyidik yang dibebani dengan subjektivitas. Dan subjektivitasnya, ada tiga alasan dilakukan penahanan atau tidak," jelas Safaruddin saat dihubungi Serambinews.com, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Rekomendasi soal Brigadir J Lakukan Pelecehan, Susno Duadji: Komnas HAM Kebablasan, Melewati Garis

Pertama, dikhawatirkan tersangka melarikan diri.

Kedua, tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

Ketiga, tersangka dikhawatirkan mengulangi tindak pidana.

"Nah tiga alasan subjektif itu menjadi alasan yang diberikan kepada penyidik," kata Safaruddin.

"Ketika penyidik meyakini tiga hal tersebut tidak akan terjadi, maka penyidik boleh tidak menahan (tersangka)," tambahnya.

Meski demikian, lanjutnya, subjektivitas penyidik berbeda-beda.

"Seperti yang sama katakan, kita sama kedudukannya di muka hukum, tetapi kita tidak sama kedudukannya di mata penegak hukum," kata Safaruddin.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan, Irwasum Ungkap 3 Alasannya: Kesehatan, Punya Balita dan Kemanusiaan

Lukai Rasa Keadilan Bagi yang Lain

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved