Kamis, 23 April 2026

Berita Bireuen

FAMe Chapter Uniki Bireuen Terbentuk, Wartawan Senior Serambi Indonesia Isi Pengajaran Kelas Pertama

Peresmian chapter ke-11 tersebut dideklarasikan langsung oleh Koordinator FAMe, Hayatullah Pasee, yang juga dihadiri Pembina FAMe, Yarmen Dinamika.

Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Pembina FAMe yang juga wartawan senior Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika saat memberikan pengajaran kelas pertama FAMe chapter Uniki dengan judul “Mengembangkan Minat dan Kemampuan Menulis bagi Civitas Akademika Uniki” di Aula Kampus Uniki Bireuen, Sabtu (3/9/2022) siang. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Aceh Menulis (FAMe) mendeklarasikan chapter (cabang) baru di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Bireuen.

Peresmian chapter ke-11 tersebut dideklarasikan langsung oleh Koordinator FAMe, Hayatullah Pasee, yang juga dihadiri Pembina FAMe, Yarmen Dinamika dan Riri Isthafa Najmi, serta Sekretaris FAMe, Teuku Zopan Mustika, Sabtu (3/9/2022).

Dalam sambutannya, Hayatullah Pasee mengatakan, FAMe merupakan suatu wadah tempat berkumpulnya anak-anak muda yang haus akan ilmu literasi, salah satunya ilmu menulis.

Forum ini, lanjut Hayat, sudah berusia lima tahun.

Pada 16 Agustus 2022 lalu, FAMe baru saja memperingati hari jadinya yang ke-5 sekaligus pemilihan koordinator baru.

Sebelumnya Riri Istafa Najmi, sekarang dijabat Hayatullah Pasee.

Baca juga: Hayatullah Pasee Pimpin FAMe Periode 2022-2027

"Pascadeklarasi chapter Uniki Bireuen, FAMe memiliki 11 chapter, yaitu Aceh Besar, Banda Aceh, UBBG, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Jaya, Singkil, dan Uniki. Insya Allah chapter ISBI Jantho akan segera menyusul," sebut Hayatullah Pasee di hadapan ratusan mahasiswa Uniki.

Hayatullah menambahkan, para mahasiswa tidak perlu ragu belajar menulis karena sangat banyak manfaatnya.

Salah satu manfaat menulis adalah bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat, mudah menulis skripsi, mudah mendapatkan pekerjaan, dan yang paling menarik itu bisa menghasilkan uang.

Selain itu, Hayatullah juga menyemangati mahasiswa bahwa menulis itu bukanlah bakat, melainkan kemampuan yang selalu diasah.

"Artinya, semua orang bisa menjadi penulis, kecuali yang tidak mau," ujarnya.

Deklarasi FAMe Chapter Uniki tersebut dilanjutkan dengan pengajaran kelas pertama yang diisi oleh Pembina FAMe sekaligus Wartawan Senior Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, berjudul “Mengembangkan Minat dan Kemampuan Menulis bagi Civitas Akademika Uniki”.

Baca juga: Universitas BBG Banda Aceh Bekerja Sama dengan FAMe Latih 100 Mahasiswa Menulis

Sesi ini dipandu Wakil Rektor II Uniki, Chairul Bariah, MM, setelah acara dibuka resmi oleh Rektor Uniki, Prof Dr Apridar, SE, MSi.

Dalam paparannya, Yarmen menjelaskan, ada tiga hal yang menghambat seseorang untuk bisa menulis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved