Rabu, 22 April 2026

Siasat Mencampurkan Bensin RON Rendah dan Tinggi Pada Kendaraan Bisa Berbahaya, Ini Efeknya

Salah satunya mencampur dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan atau RON yang berbeda, seperti Pertalite RON 90 dengan Pertamax RON 92.

Editor: Agus Ramadhan
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI-- Alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). 

Siasat Mencampurkan Bensin RON Rendah dan Tinggi Pada Kendaraan Bisa Berbahaya, Ini Efeknya

SERAMBINEWS.COM – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat sejumlah pengguna kendaraan melakukan siasat untuk mendapatkan jenis BBM yang baik.

Sejumlah cara unik dilakukan beberapa pemilik kendaraan untuk mendapatkan BBM berkualitas.

Salah satunya mencampur dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan atau RON yang berbeda, seperti Pertalite RON 90 dengan Pertamax RON 92.

Hal tersebut terjadi karena Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite, Pertamax dan Solar resmi naik sejak Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Apakah Ada Pembatasan CC Mobil untuk Mengisi BBM Bersubsidi di SPBU? Ini Jawaban Pertamina

"Saat ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," ucap Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya.

Kendati demikian, mencampur Bensin Oktan (RON) rendah dan tinggi sebagaian masyarakat beranggapan bisa mendapatkan oktan tinggi dengan biaya murah.

Lantas apakah hal itu aman? 

Sebagian beranggapan bahwa mencampurkan bahan bakar oktan tinggi dan oktan rendah bisa berdampak buruk bagi komponen utama mesin.

Dilansir oleh Kompas.com, Dosen Konversi Energi Otomotif Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widya Aryadi mengatakan  bahwa hal itu akan berdampak buruk pada mesin kendaraan.

"Bahan bakar beda nilai oktan bila di campurkan dampaknya beda-beda. Kalau nilai oktan pasti naik, tapi dampak jangka panjang juga ada,” ujarnya.

Komposisi bahan bakar kedua jenis itu ada takarannya.

Baca juga: Jual Lebih Murah di Tengah Kenaikan Harga, Siapa Pemilik SPBU Vivo? Ini Daftar Lokasinya

Umumnya, pakai rumus 50:50, tujuannya zat additif octane booster bahan bakar oktan tinggi bisa menaikkan nilai oktan. 

Hasilnya, didapatkan kalkulasi hitungan nilai oktan baru, bahan bakar kualitas rendah nilai oktan jadi terdongkrak. 

"Zat-zat kimia octane booster yang ada dalam produk BBM oktan tinggi, bisa tercampur dan bereaksi menciptakan perhitungan nilai oktan baru," kata dia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved