Breaking News:

Siasat Mencampurkan Bensin RON Rendah dan Tinggi Pada Kendaraan Bisa Berbahaya, Ini Efeknya

Salah satunya mencampur dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan atau RON yang berbeda, seperti Pertalite RON 90 dengan Pertamax RON 92.

Editor: Agus Ramadhan
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI-- Alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). 

Siasat Mencampurkan Bensin RON Rendah dan Tinggi Pada Kendaraan Bisa Berbahaya, Ini Efeknya

SERAMBINEWS.COM – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat sejumlah pengguna kendaraan melakukan siasat untuk mendapatkan jenis BBM yang baik.

Sejumlah cara unik dilakukan beberapa pemilik kendaraan untuk mendapatkan BBM berkualitas.

Salah satunya mencampur dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan atau RON yang berbeda, seperti Pertalite RON 90 dengan Pertamax RON 92.

Hal tersebut terjadi karena Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite, Pertamax dan Solar resmi naik sejak Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Apakah Ada Pembatasan CC Mobil untuk Mengisi BBM Bersubsidi di SPBU? Ini Jawaban Pertamina

"Saat ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," ucap Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya.

Kendati demikian, mencampur Bensin Oktan (RON) rendah dan tinggi sebagaian masyarakat beranggapan bisa mendapatkan oktan tinggi dengan biaya murah.

Lantas apakah hal itu aman? 

Sebagian beranggapan bahwa mencampurkan bahan bakar oktan tinggi dan oktan rendah bisa berdampak buruk bagi komponen utama mesin.

Dilansir oleh Kompas.com, Dosen Konversi Energi Otomotif Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widya Aryadi mengatakan  bahwa hal itu akan berdampak buruk pada mesin kendaraan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved