Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO Siapa di Balik SPBU Vivo yang Jual BBM Hanya Rp 8.900 per Liter?

Awalnya perusahaan ini bernama PT Nusantara Energi Plant Indonesia (NEPI), namun kemudian berganti menjadi PT Vivo Energy Indonesia.

Editor: Thesi Suryadi

SERAMBINEWS.COM – Baru-baru ini viral dalam media social sebuah SPBU bukan milik Pertamina menjual bahan bakar minyak (BBM) lebih murah dari Pertalite.

Mengetahui hal itu, Kementerian ESDM pun langsung meminta Vivo menaikkan harga bensin dagangannya tersebut.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, menjelaskan, harga BBM Vivo yang turun disebabkan karena Vivo ingin menghabiskan stok BBM jenis Ron-89 mereka, yakni Revvo 89, hingga 2 bulan ke depan.

Baik di TikTok atau di media sosial lainnya seperti Instagram dan Facebook, ramai-ramai waganet menyarankan agar beralih untuk mengisi bahan bakar di SPBU Vivo tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Jaringan SPBU Vivo berada di bawah bendera PT Vivo Energy Indonesia, perusahaan sektor hilir minyak dan gas bumi, yang resmi beroperasi di Indonesia sejak tahun 2017 lalu.

Awalnya perusahaan ini bernama PT Nusantara Energi Plant Indonesia (NEPI), namun kemudian berganti menjadi PT Vivo Energy Indonesia.

Meski namanya hampir serupa dengan merek ponsel asal China, secara kepemilikan, perusahaan penyalur BBM ini sejatinya masih terafiliasi dengan Vitol Group, raksasa minyak yang berbasis di Swiss.

Dikutip dari laman resminya, Vitol Group awalnya didirikan di Rotterdam pada 1966.

Perusahaan ini juga mengembangkan jaringan SPBU di Belanda, Singapura, Inggris, Australia, dan beberapa negara di Afrika.

Vitol Group bisa dibilang merupakan salah satu perusahaan penyalur BBM terbesar secara global.

Dengan jaringan di lebih dari 40 negara, di tahun 2020, perusahaan multinasional ini memperdagangkan 367 juta ton minyak mentah dan produk turunannya.

Di Indonesia, perusahaan berkantor di Gama Tower, Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta.

Dengan harga Pertalite saat ini sebesar Rp 10.000 per liter, makan selisih harga Pertalie dengan Revvo 89 adalah sebesar Rp 1.100 per liter.

Meski dinilai tak lazim di negara lain lantaran bensin di bawah oktan 90 sudah sulit ditemukan, Revvo 89 tetap masuk spesifikasi BBM yang boleh beredar di Indonesia. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Video Editor: @thesisuryadi
Narator: @suhiyazahrati

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved