Kamis, 30 April 2026

Internasional

Gara-Gara Serangan Siber Besar-Besaran, Albania Putuskan Hubungan Dengan Iran

Pemerintah Albania, Rabu (7/9/2022) memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Dua petugas keamanan menjaga pintu masuk Kedutaan Besar Iran yang telah ditutup di Ibu Kota Tirana, Albania. 

SERAMBINEWS.COM, TIRANA - Pemerintah Albania, Rabu (7/9/2022) memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Albania, Edi Rama dengan alasan Iran meluncurkan serangan siber besar-besaran terhadap negaranya pada musim panas ini.

“Dewan Menteri telah memutuskan pemutusan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran dengan segera,” kata Rama.

Perdana menteri menuduh Iran mengarahkan serangan siber terhadap lembaga-lembaga Albania pada 15 Juli 2022.

Serangan siber Iran itu untuk melumpuhkan layanan publik dan meretas data dan komunikasi elektronik dari sistem pemerintah.

“Serangan tersebut gagal mencapai tujuannya," katanya.

Baca juga: Ancam Keamanan Nasional, China Tuduh Amerika Serikat Dalang dari Puluhan Ribu Serangan Siber

"Kerusakan dapat dianggap minimal dibandingkan dengan tujuan penyerang," tambahnya.

"Semua sistem kembali beroperasi penuh dan tidak ada penghapusan data yang tidak dapat diubah,” jelas Rama, seperti dilansir AFP.

Perdana menteri melanjutkan dengan mengatakan diplomat dan staf pendukung Iran memiliki waktu 24 jam untuk meninggalkan negara itu setelah pengumuman tersebut.

Albania dan Iran telah menjadi musuh bebuyutan selama bertahun-tahun, yang berasal dari tuan rumah Tirana dari kelompok oposisi Iran Mujahidin Rakyat Iran (MEK) di tanahnya.

Albania setuju pada tahun 2013 untuk menerima anggota kelompok yang diasingkan atas permintaan Washington dan PBB.

Sehingga, ribuan warga Iran menetap di negara Balkan itu selama bertahun-tahun.

Baca juga: Diskominfo Aceh Besar Kerja Sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara, Terkait Sertifikat Elektronik

Menyusul runtuhnya pemerintahan komunis pada awal 1990-an, Albania berubah menjadi sekutu setia AS dan Barat.

Negara tersebut juga secara resmi bergabung dengan NATO pada 2009.

Kelompok oposisi Iran di pengasingan menuduh Teheran menargetkan acara dan personel mereka untuk kepentingan pribadi selama bertahun-tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved